SURABAYA, sanubari.co.id - Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur menggelar program Quick Response (QRES) di 81 daerah irigasi untuk menyemarakkan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur pada 12 Oktober 2026.
Program ini berlangsung pada 8 September hingga 17 Oktober 2026 dengan menyasar infrastruktur sumber daya air di berbagai wilayah Jawa Timur.
Baca Juga: Hanura Bergerak Sejak Dini
Program QRES 81 Daerah Irigasi (D.I.) sejalan dengan tema Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, yakni “Jatim Unggul Maju Berkelanjutan”.
Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya menjaga ketahanan pangan, melestarikan ekosistem air, serta meningkatkan kualitas layanan infrastruktur bagi masyarakat, terutama petani.
Penyelenggaraan kegiatan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2023 tentang Provinsi Jawa Timur dan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 57 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.
Perawatan Infrastruktur hingga Perbaikan Tanggul
Program QRES berfokus pada pemeliharaan preventif dan korektif untuk memastikan infrastruktur irigasi berfungsi optimal.
Kegiatannya mencakup normalisasi saluran melalui pengangkatan atau penggelontoran sedimen, pembersihan sampah, serta penanganan rumput liar, ganggang, dan eceng gondok yang menghambat aliran air.
Petugas juga menangani kebocoran saluran, penggelontoran waled atau endapan lumpur, perapian talud, pelumasan pintu air, hingga perbaikan tanggul yang jebol.
Rangkaian pekerjaan tersebut ditujukan untuk menjaga kelancaran distribusi air irigasi. Pemeliharaan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan sumber daya air bagi lahan pertanian.
QRES Menjangkau 81 Daerah Irigasi
Angka 81 dalam program ini merepresentasikan usia Provinsi Jawa Timur pada 2026. Pelaksanaannya melibatkan unit pelaksana teknis pengelolaan sumber daya air (UPT PSDA) dan koordinator wilayah (korwil).
Sebanyak 81 daerah irigasi yang menjadi sasaran program tersebar di delapan wilayah kewenangan, dengan rincian sebagai berikut:
- 12 daerah irigasi di wilayah UPT PSDA WS Brantas, Kediri.
- 11 daerah irigasi di wilayah UPT PSDA WS Bengawan Solo, Bojonegoro.
- 11 daerah irigasi di wilayah UPT PSDA WS Bondoyudo Baru, Lumajang.
- 11 daerah irigasi di wilayah UPT PSDA WS Sampean Setail, Bondowoso.
- 11 daerah irigasi di wilayah UPT PSDA WS Welang Pekalen, Pasuruan.
- 5 daerah irigasi di wilayah UPT PSDA WS Kepulauan Madura, Pamekasan.
- 10 daerah irigasi di bawah kewenangan Korwil Madiun.
- 10 daerah irigasi di bawah kewenangan Korwil Malang.
Pembagian wilayah tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan penanganan infrastruktur irigasi secara kolaboratif.
Baca Juga: Khofifah Genjot Produktivitas Sapi Perah Jatim
Kick-off QRES Digelar di Mata Air Umbulan
Rangkaian kegiatan QRES 81 D.I. ditandai dengan agenda pembukaan atau kick-off pada Kamis, 17 September 2026, di Kolam Utama Umbulan, Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, peserta membersihkan sampah plastik di kolam utama Sumber Air Umbulan yang memiliki kedalaman sekitar enam meter.
Pembersihan dilakukan dengan dukungan lima penyelam dari Satuan Komando Pasukan Katak dan Penyelam Bawah Air (Satkoppeba) Koarmada II TNI Angkatan Laut serta Komunitas Freedive Probolinggo.
Kegiatan ini juga melibatkan 25 petugas UPT PSDA WS Pekalen Pasuruan, lima perwakilan PT Meta Adya Tirta Umbulan, dan sejumlah relawan dari masyarakat setempat.
Pelibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, sektor swasta, dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga kebersihan serta kelestarian sumber daya air.
Penutupan QRES Berpadu dengan Sedekah Bumi
Rangkaian program QRES 81 D.I. dijadwalkan berakhir pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Sumber Ronggojalu, Desa Banjar Sawah, Kecamatan Tegal Siwalan, Kabupaten Probolinggo.
Baca Juga: Khofifah Dampingi Prabowo ke Gontor
Kegiatan penutupan akan berfokus pada pembersihan ganggang di kolam utama Sumber Air Ronggojalu yang memiliki kedalaman sekitar lima hingga delapan meter.
Sebanyak 10 penyelam TNI Angkatan Laut direncanakan terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka akan didukung 50 petugas UPT PSDA WS Pekalen Pasuruan.
Agenda penutupan juga akan diintegrasikan dengan tradisi Sedekah Bumi yang digelar masyarakat desa setempat.
Perpaduan kegiatan pemeliharaan sumber daya air dan tradisi lokal ini diharapkan memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus merawat nilai-nilai gotong royong.
Melalui QRES 81 D.I., Dinas PU SDA Jawa Timur menempatkan pemeliharaan infrastruktur irigasi dan pelestarian sumber daya air sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan serta mewujudkan pembangunan Jawa Timur yang berkelanjutan. (*)
Editor : Michael Fredy Yacob