Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap

Cegah Kelelahan, Menko Polkam Dudung Rotasi Petugas Pemadam Karhutla

avatar Robby
Pemadaman karhutla. (Kemenhut)
Pemadaman karhutla. (Kemenhut)

Jakarta, sanubari.co.id - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman memastikan personel yang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera dirotasi secara berkala. Langkah ini diambil agar petugas tidak mengalami kelelahan ekstrem di tengah operasi yang terus berjalan.

Dudung menyampaikan hal itu seusai rapat terbatas penanganan karhutla bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 12 Oktober 2026.

Menurut Dudung, pasukan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) turut diterjunkan untuk memperkuat tim di lapangan.

"Dari Panglima TNI ada rotasi, ada pergantian," ujarnya.

Ia menambahkan, skema tersebut sudah dipikirkan pimpinan TNI dan kepolisian.

Saat ini pemadaman bertumpu pada jalur darat. Asap yang terlalu tebal membatasi jarak pandang sehingga helikopter sulit menjangkau titik api.

"Operasi darat itu pemadaman dari darat, banyak daerah-daerah sulit terjangkau," kata Dudung.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi masih dalam proses pemadaman.

Keenam provinsi itu adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi. Lebih dari 60.177 personel gabungan telah dikerahkan dalam operasi darat.

Teddy mengatakan, tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap hari. Fokus penanganan kini tertuju pada Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, sementara kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan disebut membaik.

Di Kalimantan Tengah, kawasan sekitar Taman Nasional Tanjung Puting menjadi salah satu prioritas. Dudung menyebut pemadaman di sana dilakukan dengan memperhatikan satwa dilindungi yang hidup di kawasan tersebut.

Kelelahan petugas bukan kekhawatiran baru. Pada awal Agustus, lima hingga enam personel Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah dilaporkan harus mendapat penanganan medis setelah bekerja siang dan malam serta terpapar asap.

Di sisi lain, pemerintah belum menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.

"Belum, belum. Masih mampu kita mengatasi," kata Dudung.

Untuk mempercepat pemadaman, Operasi Modifikasi Cuaca terus dioptimalkan, seiring perkiraan musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026. Dudung juga menyampaikan bahwa Presiden meminta api segera dipadamkan sepenuhnya dan mengapresiasi seluruh petugas yang terlibat.

Berita Terbaru

Serba Serbi,

Sarmuji Raih Lencana Emas Jatim

SURABAYA, sanubari.co.id -Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menerima penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kategori emas dari Pemerintah Provinsi Jawa