Faktor Cuaca Menjadi Penyebab Utamanya

Beberapa Komoditas Pangan Naik Menjelang Idulfitri, Ini Penyebabnya...

avatar Jay Verdade
Ketua Pokja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi Sandyatma (dua kanan) didampingi Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Bontang Debora saat melakukan survei harga di distributor beras, Kamis 5 Maret 2026.
Ketua Pokja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi Sandyatma (dua kanan) didampingi Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Bontang Debora saat melakukan survei harga di distributor beras, Kamis 5 Maret 2026.

BONTANG, sanubari.co.id - Cuaca yang tidak menentu mempengaruhi harga cabai merah di pasar. Makin pedas. Kenaikan harga cabai ini terjadi mulai dari petani. Alhasil, pedagang di pasar menjualnya jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Tim Siber: Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polda Kaltim, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Bontang, melakukan sidak ke pasar.

Baca Juga: Bukan Soal Pasar, Ini Soal Struktur: Kritik Tajam Gus Lilur atas Harga Beras

Target mereka adalah pasar Taman Rawah Indah, pusat perbelanjaan modern, petani cabai dan distributor beras serta telur. Hasil sidak itu, beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga. Terparah adalah cabai merah.

“Tadi kami ke petani. Harga cabai merah di petani sudah Rp 60 ribu per kilogram. Sampai di pasar, harganya sudah Rp 90 ribu per kilogram,” kata Ketua Pokja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi Sandyatma, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurutnya, cabe rawit merah ini mengalami kenaikan harga, karena curah hujan yang cukup tinggi. Beberapa petani akhirnya gagal panen. Di sisi lain, tidak sepenuhnya cabai rawit ini dari petani di Kota Taman. Melainkan dari daerah lain. Misalnya saja daerah Banjar.

“Pasokan ini kan diambil juga dari Samarinda dan Banjar. Pengirimannya ini terkendala karena hujan. Jadi, pastinya stok menipis di pasar,” ungkapnya lagi. 

Komoditas lain yang mengalami kenaikan harga juga terjadi pada beras dan telur. Hanya saja, menurutnya, kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan. Mahalnya harga beras dan telur ini dikarenakan biaya pengiriman yang juga tinggi.

“Tadi kami ke distributor beras dan telur, mereka ini ngambilnya pasti di Sidrap, Bone, Sulawesi. Memang, dari sana harganya sudah tinggi. Tapi nanti akan kami lacak, apakah harga dari perusahaan atau penggilingannya sudah tinggi atau tidak,” bebernya.

Namun ia mengingatkan kepada pedagang maupun distributor agar tidak memanfaatkan momentum untuk menaikkan harga. Sebab, jika kedapatan ada pedagang yang melakukan hal tersebut, ia memastikan, akan ada sanksi tegas yang diberikan.

Baca Juga: Budi: Harga Bahan Pokok Aman Jelang Nataru 2024

“Jangan mentang-mentang sudah mendekati hari raya Idulfitri, sehingga, pedagang memanfaatkan momen ini untuk menaikkan harga. Hal ini tidak diperbolehkan. Ada sanksi tegas yang ketahuan melakukan tindakan ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan DKP3 Bontang Debora memastikan, ketersediaan bahan pokok di Kota Taman saat ini masih sangat aman. Sehingga ia berpesan, masyarakat tidak panik.

“Pesan saya untuk masyarakat, jangan panik saat berbelanja. Sampai saat ini, ketersediaan pangan aman. Bahkan, untuk intervensi harga, kami akan lakukan Gerakan Pangan Murah (GPM), pada 11 Maret 2026 di lapangan Tanjung Laut. Silahkan datang ke sana,” ucapnya.

Di sisi lain, Srianti, pemilik Toko Sulawesi Pinrang Bontang mengatakan, kenaikan harga beras ini sudah terjadi saat dirinya ambil di Sulawesi Selatan. Kondisi ini terjadi, menurutnya, karena saat ini bukanlah musim panen.

Sehingga, ketersediaan beras di Sulawesi juga terbatas. “Sekarang ini stok beras kita juga sudah berkurang. Saya pesan lagi, tapi belum dikirimkan. Karena, saat ini bukan masa panen,” terangnya.

Menurutnya, harga beras naik sudah terjadi sebelum memasuki Ramadan. Saat ini, untuk beras premium, ia menjual dengan harga Rp 390 ribu per satu karung dengan berat 25 kilogram. Sementara untuk medium sebesar Rp 365 per karung 25 kilogram.

“Kalau saya sih maunya jual dengan harga yang murah. Tapi, saya harus nutupin biaya pengiriman. Biaya transportasi. Biaya karyawan dan kontrakan. Masa saya harus jual di bawah modal saya. Kan saya yang rugi,” ungkapnya. (Michael Fredy Yacob)

Harga Pangan Kota Bontang

Kamis 5 Maret 2026

Pasar Induk Rawa Indah

  1. Beras Premium : Rp.16.500 / 17.000
  2. Beras Lokal : Rp.15.000
  3. Beras Murah  : Rp. -
  4. Jagung Pipil : Rp.8.000
  5. Kedelai Pipil : Rp.11.000
  6. Bawang Merah : Rp.45.000
  7. Bawang Putih : Rp. 43.000
  8. Cabe  Keriting : Rp. 55.000
  9. Cabe  Rawit : Rp. 90.000
  10. Tepung Curah : Rp.9.000
  11. Daging Sapi : Rp.160.000
  12. Daging Ayam  : Rp. 34.375
  13. Telur Ayam : Rp.40.625
  14. Gula Curah : Rp.18.000
  15. Tepung Kemasan : Rp.15.000
  16. Minyak Kemasan : Rp. 21.000
  17. Minyak Goreng curah : Rp.19.000
  18. Ikan Kembung : Rp.35000
  19. Ikan Tongkol : Rp.35.000
  20. Ikan Bandeng : Rp.35.000
  21. Garam Halus : Rp.8.000
  22. Cabai Merah Besar Rp. 60.000

Berita Terbaru