Israel minta Presiden Lebanon stop Hizbullah

Gerah Terus Diserang Hizbullah, Israel Buka Opsi Invasi Lebanon Selatan

avatar Robby
Pasukan militer Israel (AFP)
Pasukan militer Israel (AFP)

YERUSALEM, sanubari.co.id - Pasukan militer Israel berencana melakukan operasi skala besar ke Lebanon selatan. Seorang pejabat senior Israel mengatakan bahwa operasi tersebut bertujuan menghancurkan infrastuktur militer Hizbullah.

Pejabat tersebut menjelaskan bahwa ini merupakan respons terhadap tindakan Hizbullah yang terus meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel.

Baca Juga: Dikhawatirkan Jadi Ancaman, 2.000 Bom Israel Sasar Fasilitas Rudal Iran

"Sebelum serangan (roket) ini, kami siap untuk gencatan senjata di Lebanon, tetapi setelah (serangan) itu, tidak ada jalan kembali dari operasi besar-besaran," kata pejabat itu pada hari Jumat, 13 Maret 2026.

"Tujuannya adalah untuk merebut wilayah. Mendorong pasukan Hizbullah ke utara dan menjauh dari perbatasan, serta membongkar posisi militer dan gudang senjata mereka di desa-desa," tambahnya.

Sehari sebelumnya, pihak militer Israel memang sempat menyatakan tidak mempertimbangkan operasi ke Lebanon. Bahkan meski Hizbullah terus meluncurkan roket ke berbagai wilayah Israel. Semua sumber daya akan difokuskan pada serangan ke Iran. Tidak ada rencana menjadikan Lebanon front kedua.

Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz (Getty)Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz (Getty)

Namun beberapa jam berselang, Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, membuat pernyataan membuka wacana serangan ke Lebanon. Bahkan ia langsung memperingatkan Presiden Lebanon, Joseph Auon, agar segera menindak Hizbullah. Bila permintaan ini tidak diindahkan, operasi militer akan menjadi keniscayaan dengan skala lebih besar dari operasi tahun 2006 silam.

Berita Terbaru