Banyaknya produk dengan baterai di bawah standar meningkatkan resiko bahaya

Demi Keselamatan, CAA Ingatkan Bahaya Baterai Lithium dalam Penerbangan

avatar Robby
Powerbank dan charger portabel (trip.com)
Powerbank dan charger portabel (trip.com)

Inggris, sanubari.co.id Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (The Civil Aviation Authority/CAA) kembali memperingatkan para pengguna angkutan udara untuk tidak membawa powerbank atau vape (rokok elektrik) dalam tas jinjing. Peringatan yang diberikan pada hari Jumat, 26 Juni 2026, terkait peningkatan resiko keselamatan akibat ledakan atau kebakaran yang dipicu baterai lithium selama penerbangan.

Dalam peringatannya, CAA meminta penumpang melakukan tiga hal. Pertama, tidak memasukkan barang-barang seperti ponsel, vape, dan power bank dalam tas jinjing ata bagasi. Kedua, tidak mengisi powerbank selama penerbangan. Ketiga, mematikan laptop sepenuhnya jika akan dimasukkan ke dalam tas.

Baca Juga: Lima Universitas Hong Kong Masuk Jajaran Terbaik Dunia

Baterai lithium kini banyak digunakan sebagai sumber daya berbagi perangkat eletronik. Mulai dari hape, vape, laptop, powerbank, hingga smartwatch. Pada dasarnya baterai lithium terbilang aman. Namun jika rusak atau terlalu panas, mungkin karena penggunaan berlebihan maupun penyimpanan yang salah, baterai ini dapat memicu kebakaran yang cepat dan sulit dikendalikan.

Pada tahun 2024, pihak  berwenang di Inggris menangani 316 kasus yang disebabkan perangkat dengan baterai lithium. Angka tersebut meningkat jadi 643 kasus pada tahun 2025. Seiring makin banyaknya jumlah perangkat berbaterai lithium, tingkat resiko pun mengalami peningkatan drastis.

"Meskipun pilot dan awak kabin pesawat dilatih untuk menghadapi situasi apa pun, hasil terbaik selalu berupa pencegahan, yang dimulai ketika penumpang mengemas tas mereka," kata Tim Alderslade, Chief Executive Airlines UK.

Giuseppe Capanna, seorang pakar keamanan produk dari Electrical Safety First, menambahkan bahwa daya besar yang dibawa baterai lithium membawa resiko yang sama besarnya. Resiko yang tidak mudah ditangani, terutama jika tidak segera diketahui sedini mungkin. Atau jika diketahui, justru ditangani oleh orang yang tidak kompeten untuk itu.

"Jadi jika terjadi kesalahan dapat menyebabkan kebakaran yang dahsyat dan dapat sangat berbahaya,” ungkapnya.

Ia pun mengingatkan bahwa banyak baterai yang sekarang beredar di pasaran memiliki kualitas di bawah standar. Demi kemanan bersama, masyarakat harus mulai menghindari menggunakan baterai-baterai seperti itu.

Berita Terbaru