Ratusan turis asing tercatat mengunjungi Bontang sepanjang Agustus

Pesona Wisata Bontang Pikat Turis Asing

avatar Michael Fredy Yacob
Ilustrasi wisatawan asing. (Foto: AI)
Ilustrasi wisatawan asing. (Foto: AI)

BONTANG, sanubari.co.id – Geliat pariwisata di Kota Bontang kian menunjukkan tren positif. Wisatawan mancanegara, yang didominasi oleh warga negara Cina, mulai membanjiri kota pesisir tersebut.

Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kota Bontang mencatat setidaknya 317 turis asing berkunjung sepanjang Agustus 2026.

Baca Juga: Wajah Baru Pariwisata Jawa Timur

Selain dari Cina, para pelancong juga datang dari Malaysia, Inggris, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Australia.

Kepala Disporaparekraf Bontang, Eko Mashudi, menuturkan angka tersebut belum memotret total kunjungan secara keseluruhan.

Musababnya, masih banyak pelaku jasa wisata—khususnya penyedia open trip—yang belum melaporkan data tamu mereka. "Sebagian ada datanya, tidak semua," ujar Eko pada Kamis, 24 September 2026.

Mayoritas turis asing, kata Eko, bertandang untuk menikmati pesona wisata bahari Bontang, seperti snorkeling, menyelam (diving), serta mengunjungi permukiman atas air Bontang Kuala.

Menariknya, lawatan ini tak melulu murni untuk pelesiran. Sebagian turis datang untuk urusan bisnis.

“Wisatawan mancanegara itu biasanya (datang) sambil kunjungan kerja. Misalnya ke PT GPK, perusahaan petrokimia dan migas," ucapnya.

Mobilitas warga asing di Bontang yang beririsan dengan aktivitas industri membuat pencatatan menjadi kian krusial.

"Keberadaan data yang akurat sangat penting agar kami tahu siapa yang datang, dari mana asalnya, dan dalam konteks apa mereka berada di Bontang," kata Eko menegaskan.

Tren positif pariwisata ini disokong oleh masifnya promosi, keterlibatan kelompok sadar wisata (pokdarwis), serta berkembangnya jasa open trip dan kapal wisata.

Baca Juga: Festival Ekraf Jatim Dongkrak UMKM

Sejumlah pihak, seperti Healing In Bontang, Bontang Marine Trip, dan Kaltim Juara, dinilai aktif mendongkrak pamor wisata kota tersebut.

Sayangnya, euforia kunjungan ini menyisakan celah pada sektor pendataan. Eko menyoroti banyaknya biro open trip yang masih beroperasi tanpa izin.

Menyikapi hal ini, Disporaparekraf tengah menggandeng Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) guna menertibkan operator tak berizin.

Penertiban dan sosialisasi dinilai mendesak agar pelaku usaha, pengelola penginapan, maupun pemandu wisata tak lagi menyepelekan pelaporan tamu asing.

Apalagi, Kantor Imigrasi Bontang kerap meminta data wisatawan asing untuk kepentingan mitigasi dan pengawasan.

Baca Juga: Festival Kopi Hidupkan Kota Lama

“Data kami di sektor pariwisata belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan tersebut karena perbedaan mekanisme pendataan. Mungkin (operator) merasa ribet atau kurang sosialisasi,” tutur Eko.

Di sisi lain, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III TPI Bontang, Khairil Anwar, mengungkapkan bahwa instansinya telah menyediakan sistem pelaporan orang asing yang bisa diakses dengan mudah lewat telepon seluler. Namun, ia mengakui tak mudah memaksa pengelola penginapan untuk proaktif.

"Orientasi mereka adalah bisnis. Semakin banyak orang datang, semakin bagus bagi mereka. Sementara bagi kami, memastikan siapa yang datang dan apa yang mereka lakukan adalah prioritas," ujar Khairil.

Menjembatani ketimpangan ini, Kantor Imigrasi bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bontang tengah meracik agenda sosialisasi pelaporan warga negara asing.

"Sosialisasi ini juga akan kami dorong ke perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing," kata Khairil memungkasi. (*)

Berita Terbaru

Serba Serbi,

Hanura Bergerak Sejak Dini

SURABAYA, sanubari.co.id - Mesin partai Hanura mulai dipanaskan. Target besar dipatok partai ini di pemilihan umum (Pemilu) mendatang. Wajar, karena saat ini