Guruh Soekarnoputra Kritis, Keluarga dan Elit PDIP Minta Doa

avatar Robby
Guruh Soekarnoputra. (Antara)
Guruh Soekarnoputra. (Antara)

Jakarta, sanubari.co.id - Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama Indonesia, tengah kritis dan sekarang menjalani perawatan intensif di RS Siloam Semanggi, Jakarta, sejak 24 September 2026 kemarin.

Keponakan Guruh, Didi Mahardika, mengungkap bahwa kondisi Guruh memang menurun sejak setahun terakhir. Bahkan sempat menjalani opname di RS Medistra selama beberapa pekan. Namun kondisi kesehatannya sangat tidak stabil.

Baca Juga: Guruh Soekarnoputra, Putra Bungsu Bung Karno, Wafat di Usia 73 Tahun

Pihak keluarga telah menginformasikan kondisi Guruh kepada Presiden Prabowo Subianto secara langsung. Presiden pun menginstruksikan agar Guruh mendapat penanganan terbaik mengingat kiprah panjangnya sebagai tokoh seni dan budaya nasional.

Dari internal PDI Perjuangan, partai yang dipimpin kakak kandung Guruh, Megawati Soekarnoputri, kabar ini turut memicu keprihatinan.

Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira mengonfirmasi bahwa Guruh diketahui sudah sakit sejak sekitar dua minggu terakhir, meski ia mengaku belum mengetahui pasti diagnosis medisnya.

Baca Juga: DPD PDIP Jatim Salurkan Sapi Kurban ke Masjid di Mulyorejo

Politikus PDIP lainnya, Guntur Romli, turut angkat suara saat dikonfirmasi wartawan. 

"Betul, mohon doanya," ujar Guntur Romli seraya menambahkan bahwa PDIP telah menggelar doa bersama untuk kesembuhan Guruh.

Guruh Soekarnoputra lahir pada 13 Januari 1953. Ia merupakan putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati.

Baca Juga: Ketika Persatuan Jadi Nafas Bangsa: Pelajaran dari Soekarno dan Hatta

Guruh memiliki empat kakak, yakni Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, dan Sukmawati Soekarnoputri.

Di bidang politik, Guruh pernah menjadi anggota DPR RI pada periode 1992–1997 dan kembali menjabat pada periode 1999–2024.

Berita Terbaru

Cerita Kita,

Kapal Induk dan Kopi Kang Bari

Anekdot: Alan C. Singkali, direktur sanubari.co.id PAGI itu di warung kopi ujung gang, Pak Sanu datang sambil membawa koran bekas yang sudah kucel di