Ibunda Ferdy Sambo Wafat di Makassar, Dimakamkan di Luwu

avatar Robby
Ibunda mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Ridha Sambo Sampetondok. (ist)
Ibunda mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Ridha Sambo Sampetondok. (ist)

Makassar, sanubari.co.id — Kabar duka datang dari keluarga Ferdy Sambo. Ibunda mantan Kadiv Propam Polri tersebut, Ridha Sambo Sampetondok, meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Hermina Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu malam, 27 September 2026.

Ridha Sambo Sampetondok wafat pada usia 80 tahun setelah menjalani perawatan karena sakit.

Informasi mengenai meninggalnya almarhumah dikonfirmasi pihak keluarga melalui Kolonel (Purn) Amsal Sampetondok, yang merupakan adik almarhumah.

“Almarhumah mengembuskan napas terakhir di RS Hermina Makassar pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 WITA karena sakit,” ujar Amsal pada Senin, 28 September 2026.

Ridha merupakan bagian dari keluarga Sambo-Sampetondok di Sulawesi Selatan. Almarhumah meninggalkan tiga anak, yakni Leonardy Sambo, Ferdy Sambo, dan Deflin Sambo, serta tujuh cucu.

Suaminya, Welem Sambo, yang pernah menjabat Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Barru pada era 1970-an, telah lebih dahulu meninggal dunia. Anak bungsunya, Dian Marina Sambo, juga telah meninggal dunia.

Setelah meninggal dunia, jenazah Ridha disemayamkan di Rumah Duka di Jalan Antariksa, Kompleks Keuangan, Makassar.

Keluarga menyampaikan rencana untuk memakamkan almarhumah di kampung halamannya, Batusitanduk, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Kabar wafatnya Ridha juga muncul melalui akun Instagram yang menggunakan nama Ferdy Sambo.

Unggahan tersebut memuat ucapan belasungkawa dan doa bagi almarhumah yang dikenal keluarga dengan sapaan “Oma Ridha Sambo”.

Sementara itu, Ferdy Sambo yang saat ini menjalani hukuman pidana di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, tidak menghadiri pemakaman ibunya.

Kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis, membenarkan kabar tersebut ketika dikonfirmasi pada Senin, 28 September 2026.

“Iya benar, Pak Sambo tidak menghadiri pemakaman,” tutup Arman. (*)

Berita Terbaru

Cerita Kita,

NU, Gus Dur dan Bromocorah Politik

Catatan: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Warga NU, Kiai Kampung dan Penulis buku Prabowo untuk Indonesia Raya UNTUK memahami judul di atas, kita perlu lebih