Pemerintah Siapkan Bandara Kertajati Jadi Hub Industri Dirgantara Nasional

avatar Robby
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. (Hubud Kemenhub)
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. (Hubud Kemenhub)

Majalangka, sanubari.co.id — Langkah besar sedang disiapkan untuk merombak wajah Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Tak lagi sekadar difungsikan sebagai gerbang penerbangan komersial, pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengarahkan Kertajati menjadi pusat industri dirgantara nasional dan kawasan perawatan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO).

Transformasi ini diyakini bakal menyerap investasi besar dan membangkitkan ekosistem ekonomi baru di kawasan Rebana. Pengembangan kawasan kedirgantaraan di Kertajati kini sudah memasuki babak baru. Penyusunan cetak biru (masterplan) untuk pembangunan fasilitas pendukung utama telah rampung, dan proyek akan segera memasuki tahap pengerjaan fisik.

Fasilitas MRO ini dirancang terintegrasi di beberapa titik strategis. Salah satunya yakni hanggar perbaikan armada milik PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMF) yang berlokasi di dekat runway bandara, serta pengerjaan kawasan industri penerbangan (Aerospace Park) di area Aerocity di sisi selatan bandara.

Selain melayani armada maskapai komersial, Kertajati disiapkan sebagai basis perawatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) pertahanan udara nasional. Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) turut digandeng untuk menggeser sebagian aktivitas manufaktur dan pemeliharaan pesawat armada militer ke Majalengka.

Perwakilan Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa fasilitas di Kertajati merupakan strategi jangka panjang untuk membangun kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

"Ke depan dikembangkan untuk memperkuat kemampuan pemeliharaan pesawat TNI AU, tidak hanya pesawat angkut seperti Hercules, tetapi secara bertahap juga diarahkan agar memiliki kemampuan mendukung pemeliharaan pesawat tempur," kata Rico.

Sementara itu, kesiapan lahan dan infrastruktur dasar, pengerjaan fasilitas fisik siap dimulai. Deputi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar, Nazib Faizal, mengonfirmasi bahwa tahapan awal pembangunan kini tinggal menunggu eksekusi lapangan.

"Masterplan-nya sudah jadi, tinggal konstruksi hanggar-nya," ujar Nazib.

Strategi peralihan fungsi ini dinilai sangat tepat. Meski pergerakan penumpang komersial mulai merangkak naik mendekati angka 73 ribu orang, lahan luas yang dimiliki Kertajati jauh lebih potensial jika dioptimalkan menjadi pusat perbaikan, perakitan, dan riset kedirgantaraan. 

Langkah ini diharapkan dapat memangkas ketergantungan perawatan pesawat ke luar negeri sekaligus membuka ribuan lapangan kerja teknis bagi sumber daya manusia dalam negeri.

Berita Terbaru

Cerita Kita,

Wantimpres Edisi Warung Kopi

Anekdot: Alan Christian Singkali, Direktur sanubari.co.id SABTU pagi, warung kopi pinggir pasar. Kang Bari datang tergopoh-gopoh sambil mengibas-ngibaskan k

Serba Serbi,

Merawat Damai dari Akar Rumput Sumba

WAINGAPU, sanubari.co.id - Pelatihan Sekolah Perdamaian Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Aula Rumah Sakit Kristen Lindimara, Waingapu, Sumba