Gempa Guncang Sumba Barat Daya, Satu Orang Tewas dan Puluhan Bangunan Rusak

avatar Robby
Rumah warga di Sumba Barat Daya rusak terkena gempa. (BPBD)
Rumah warga di Sumba Barat Daya rusak terkena gempa. (BPBD)

Sumba, sanubari.co.id — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 4 Oktober 2926 pagi. Hingga Minggu malam, satu warga dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka ringan. Kerusakan juga tercatat pada puluhan rumah serta sejumlah fasilitas umum.

Gempa terjadi pukul 05.55.52 WIB atau 06.55 WITA. Berdasarkan data awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan M6,1 dengan kedalaman 10 kilometer. Dalam analisis pembaruan, magnitudo gempa menjadi M5,9 dengan kedalaman 30 kilometer. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami.

Korban meninggal merupakan seorang lansia berusia 73 tahun di Kecamatan Kodi Utara. Kapolsek Kodi Utara AKP Bernadus Bili Kandi mengatakan korban meninggal setelah mengalami syok ketika gempa terjadi.

“Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena shock atau kaget saat gempa terjadi,” kata Bernadus.

Sementara itu, satu warga lainnya mengalami luka ringan akibat dampak guncangan. BNPB menyebut korban mengalami luka setelah terkena dampak reruntuhan dan telah mendapat penanganan.

“Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, di Kabupaten Sumba Barat Daya tercatat 20 unit rumah terdampak,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Dinding rumah warga runtuh akibat gempa bumi. (ist)Dinding rumah warga runtuh akibat gempa bumi. (ist)

Pendataan pemerintah daerah kemudian menunjukkan dampak kerusakan yang lebih luas. Hingga Minggu malam, sebanyak 56 rumah dilaporkan rusak, terdiri dari 50 rumah rusak ringan, enam rusak sedang, dan satu rusak berat. Sebanyak 13 fasilitas umum juga terdampak, termasuk rumah sakit, puskesmas, sekolah, rumah ibadah, serta fasilitas pemerintahan.

Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla mengatakan pendataan masih dilakukan untuk memastikan seluruh dampak gempa.

“Jadi ada puluhan rumah masyarakat yang rusak berat, ringan, dan sedang. Ada beberapa fasilitas umum yang rusak,” ujar Ratu.

BMKG mencatat gempa dirasakan cukup kuat dengan intensitas VI MMI di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi. Hingga pukul 08.05 WIB, tercatat 62 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo antara M1,5 hingga M4,3.

BMKG mengimbau warga tetap tenang dan menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan. Pemerintah daerah bersama BPBD dan unsur terkait masih melakukan pendataan serta pemantauan kondisi di wilayah terdampak.

Dengan demikian, data sementara korban gempa hingga Minggu malam tercatat satu meninggal dunia dan satu luka ringan, sementara angka kerusakan bangunan masih berpotensi berubah seiring proses asesmen di lapangan.

Berita Terbaru

Cerita Kita,

Wantimpres Edisi Warung Kopi

Anekdot: Alan Christian Singkali, Direktur sanubari.co.id SABTU pagi, warung kopi pinggir pasar. Kang Bari datang tergopoh-gopoh sambil mengibas-ngibaskan k

Serba Serbi,

Merawat Damai dari Akar Rumput Sumba

WAINGAPU, sanubari.co.id - Pelatihan Sekolah Perdamaian Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Aula Rumah Sakit Kristen Lindimara, Waingapu, Sumba