Harga Kopi Dunia Naik, Cuaca dan El Nino Jadi Perhatian

avatar Robby
Biji kopi. (ist)
Biji kopi. (ist)

Jakarta, sanubari.co.id — Harga kopi dunia kembali bergerak naik pada perdagangan akhir pekan kemarin. Kenaikan terjadi pada kontrak kopi arabika di bursa New York maupun robusta di London, di tengah perhatian pasar terhadap kondisi cuaca di negara produsen utama dan prospek pasokan untuk musim berikutnya.

Pada perdagangan hari Jumat, 2 Oktober 2026, harga kopi naik 0,35 persen ke 289,25 sen dolar AS per pon, dengan rentang harian 283,30 hingga 290,90 sen. Pergerakan harga tersebut terjadi setelah pasar sebelumnya mengalami tekanan akibat membaiknya prospek produksi global.

Namun, kekhawatiran terhadap cuaca kembali menjadi faktor yang mendukung perubahan harga. Fenomena El Nino diperkirakan dapat memengaruhi pembungaan dan perkembangan tanaman kopi di sejumlah negara produsen, termasuk Brasil.

Brasil menjadi perhatian utama karena merupakan produsen kopi terbesar dunia. Badan pangan Brasil, Companhia Nacional de Abastecimento (Conab), memperkirakan produksi kopi Brasil pada 2026 mencapai 67,6 juta kantong berukuran 60 kilogram, naik 19,6 persen dari 2025. Ini menjadi rekor tertinggi dalam catatan Conab. 

Meski produksi meningkat, kondisi cuaca tetap menjadi risiko. Asosiasi Industri Kopi Brasil (ABIC) sebelumnya memperingatkan dampak El Nino terhadap tanaman kopi.Celirio Inacio da Silva. (Instagram)Celirio Inacio da Silva. (Instagram)

“Kami sekarang berbicara tentang kehilangan panen 15 hingga 20 persen. Dalam tahun normal, angka itu masih dalam batas yang bisa diharapkan, tetapi dalam situasi sekarang ini adalah kabar yang sangat buruk," kata Direktur Eksekutif ABIC, Celirio Inacio da Silva.

Kekhawatiran serupa terlihat dalam perdagangan awal Oktober. Harga arabika sempat menguat setelah muncul perhatian terhadap kualitas sebagian hasil panen Brasil akibat kelembapan yang berkaitan dengan kondisi El Nino.

Cooxupe, koperasi kopi terbesar Brasil, juga mengingatkan petani mengenai standar kualitas biji yang akan diterima.

Di sisi lain, pasokan global sebenarnya diperkirakan cukup besar. Conab mengutip proyeksi Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang memperkirakan produksi kopi dunia musim 2026/27 mencapai 189,7 juta kantong, naik 6,1 persen. Konsumsi global diproyeksikan 179,7 juta kantong, meningkat 3,6 persen.

Kopi. (ist)Kopi. (ist)

Kondisi tersebut membuat arah harga kopi masih sulit dipastikan. Pasokan yang meningkat berpotensi menekan harga, tetapi stok yang relatif rendah, pertumbuhan konsumsi, serta ancaman cuaca dapat kembali memberikan dorongan kenaikan.

Bagi Indonesia, perkembangan harga dunia menjadi penting karena negara ini merupakan salah satu produsen dan eksportir kopi utama. Harga internasional yang menguat dapat meningkatkan penerimaan petani dan eksportir, meski pada saat yang sama perubahan harga global juga dapat memengaruhi harga kopi di pasar domestik.

Berita Terbaru

Cerita Kita,

Wantimpres Edisi Warung Kopi

Anekdot: Alan Christian Singkali, Direktur sanubari.co.id SABTU pagi, warung kopi pinggir pasar. Kang Bari datang tergopoh-gopoh sambil mengibas-ngibaskan k

Serba Serbi,

Merawat Damai dari Akar Rumput Sumba

WAINGAPU, sanubari.co.id - Pelatihan Sekolah Perdamaian Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Aula Rumah Sakit Kristen Lindimara, Waingapu, Sumba