Pemkot Bontang Terapkan Kerja Fleksibel Setiap Jumat demi Pengeluaran Efisien

Hemat Pengeluaran, ASN Bontang akan WFA

avatar Michael Fredy Yacob
Ilustrasi kebijakan ASN WFA untuk penghematan anggaran Pemkot Bontang. (Foto: AI)
Ilustrasi kebijakan ASN WFA untuk penghematan anggaran Pemkot Bontang. (Foto: AI)

BONTANG, sanubari.co.id - Pemerintah Kota Bontang kembali mengambil langkah tegas di tengah tekanan fiskal dengan memberlakukan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan ini resmi diterapkan setiap hari Jumat mulai pekan ini.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menjelaskan bahwa aturan baru ini membebaskan para pegawai untuk bekerja dari mana saja tanpa harus datang ke kantor.

Kendati demikian, ia menekankan agar seluruh tanggung jawab dan target pekerjaan tetap diselesaikan secara maksimal.

"Ke depan memang untuk efisiensi anggaran saya sudah sepakat dengan Pak Wakil, hari Jumat kita akan berlakukan WFA. Ini berlaku untuk semua pegawai, kecuali sektor pelayanan publik," kata Neni, Senin, 5 Oktober 2026.

Neni memaparkan, konsumsi listrik di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam sehari mencapai sekitar Rp29 juta.

Melalui pembatasan aktivitas fisik kantor setiap Jumat ini, potensi pengeluaran yang berhasil ditekan diperkirakan mampu mencapai Rp1 miliar dalam sebulan. "Kan lumayan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa WFA bukan tambahan hari libur, melainkan sekadar perubahan lokasi kerja. Dukungan teknologi dan sistem digital membuat birokrasi tetap bisa berjalan dari kediaman masing-masing.

"Jumat ini langsung dimulai. Jadi ASN boleh kerja di mana saja, tapi yang penting kerjaannya tetap tuntas," tegasnya.

Meski demikian, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi unit yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat. Petugas pada sektor ini tetap wajib hadir di lokasi kerja. Selain itu, rutinitas Jumat bersih atau korve dipastikan tetap berjalan seperti biasa.

Selain memangkas belanja operasional, kebijakan ini turut berdampak pada penurunan penggunaan energi gedung—mulai dari pendingin ruangan, penerangan, hingga komputer.

Langkah tersebut sekaligus merefleksikan pola kerja birokrasi yang lebih ramah lingkungan. 

"Harapan saya belanja yang berhasil dihemat dapat dialihkan untuk mendukung kebutuhan daerah lainnya, terutama program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat," ucapnya. (*)

Berita Terbaru

Serba Serbi,

Berau Diselimuti Kabut Asap Kiriman

TANJUNG REDEB, sanubari.co.id - Kabut asap kembali menyelimuti langit Kabupaten Berau. Kabut akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini terjadi merupakan