Fasilitasi Kesejahteraan Karyawan Lewat Program EAP dan Edukasi Bersama Psikiater

Jaga Kesehatan Mental Pekerja Badak LNG

sanubari.co.id
Pelaksanaan diskusi bertajuk Healthy Mind, Happy Life di Multi Purpose Building Badak LNG, Bontang, Senin, 2 November 2026. 

BONTANG, sanubari.co.id - Badak LNG menggelar gelar wicara bertajuk Healthy Mind, Happy Life di Multi Purpose Building Badak LNG, Bontang, Senin, 2 November 2026. 

Mengusung tema "Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Tuntutan Pekerjaan dan Kehidupan Keluarga", forum ini dirancang guna meningkatkan kesadaran pentingnya kesejahteraan psikologis karyawan maupun keluarga.

Baca juga: Badak LNG Siapkan Reaktivasi Tiga Train

Acara yang diikuti pekerja, keluarga, mitra kerja, serta jajaran manajemen ini menghadirkan psikiater Andreas Kurniawan sebagai pembicara utama. 

Andreas mengupas tuntas dinamika stres kerja, pergeserannya menuju kondisi kelelahan kronis (burnout), hingga imbasnya terhadap keharmonisan rumah tangga.

"Kadang kita masih membawa stres ke rumah, atau sebaliknya membawa stres ke tempat kerja. Melalui kegiatan ini, harapannya kita bisa bersikap lebih ramah kepada diri sendiri. Jangan terlalu keras di tengah berbagai tantangan hidup. Luangkan waktu untuk keluarga, diri sendiri, dan kebutuhan spiritual," tutur Andreas.

Senior Manager Human Capital Badak LNG, Ravito Karismael, menegaskan komitmen perseroan dalam menopang kesehatan mental karyawan. Salah satunya diwujudkan lewat penyediaan fasilitas Employee Assistance Program (EAP) yang dikelola seksi Human Capital Service.

Baca juga: Uji Ketat Kesiapsiagaan, Badak LNG Gelar Simulasi

Menurut Ravito, setiap individu memiliki batas ketahanan yang berlainan. Tekanan tugas, tuntutan tanggung jawab, hingga dinamika lingkungan kerja harus dikelola cermat agar tidak menimbulkan gangguan psikologis jangka panjang.

"Perusahaan ingin menegaskan bahwa menjaga kesehatan mental krusial demi menopang produktivitas. Memelihara keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi bukanlah kelemahan, melainkan wujud tanggung jawab terhadap diri sendiri serta keluarga," ujar Ravito.

Ravito menilai komunikasi terbuka, topangan keluarga, dan lingkungan kerja yang saling berempati menjadi fondasi utama dalam meredam tekanan profesi. 

Baca juga: Neni Upayakan Gaji PPPK Ditanggung Pusat

Baginya, kinerja korporasi tak sekadar ditentukan oleh angka target, melainkan juga kualitas insan perusahaan yang sehat jiwa dan raga.

"Semoga seluruh insan Badak LNG dan keluarga dapat memetik manfaat nyata dari forum ini dalam keseharian mereka," katanya. (*)

Editor : Michael Fredy Yacob

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru