Surabaya, sanubari.co.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan resmi merilis Dashboard JATIM MELESAT di Surabaya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Platform digital ini dirancang untuk membenahi tata kelola perdagangan luar negeri sekaligus memperkuat ekosistem ekspor daerah agar lebih adaptif dan kompetitif di kancah global.
Baca Juga: Misi Dagang Jatim-Aceh Raup Rp1,2 Triliun
JATIM MELESAT—akronim dari Menembus Pasar Global, Layanan Ekspor Terintegrasi, Standardisasi Mutu Dunia—mengintegrasikan ragam layanan strategis ke dalam satu pintu.
Melalui portal ini, pelaku usaha dapat mengakses pemantauan kinerja ekspor, pemetaan komoditas dan negara tujuan, fasilitasi sertifikasi mutu, agenda penjajakan kerja sama bisnis (business matching), misi dagang, hingga konsultasi ekspor berkala.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, menuturkan bahwa platform digital ini lahir guna menjawab sengkarut rantai ekspor yang selama ini terfragmentasi.
Keterbatasan akses terhadap intelijen pasar global serta kendala standarisasi mutu produk kerap menjadi batu sandungan bagi pelaku industri lokal.
Baca Juga: Indonesia Perkuat Akses Ekspor Baja ke Eropa
"Melalui JATIM MELESAT, kami ingin menghadirkan tata kelola perdagangan luar negeri yang terintegrasi. Seluruh pemangku kepentingan kini berada dalam satu ekosistem yang terhubung, sehingga layanan bagi pelaku usaha berjalan lebih cepat dan efisien," ujar Iwan saat peluncuran.
Ia menambahkan, keterbukaan data dan kemudahan fasilitasi perizinan mutlak diperlukan untuk mendongkrak penetrasi ekspor, khususnya dalam membidik pasar nontradisional baru di luar mitra dagang konvensional.
Agenda peluncuran tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Perdagangan, Organisasi Perangkat Daerah Pemprov Jatim, perbankan, lembaga pembiayaan, hingga asosiasi dunia usaha.
Baca Juga: Pemprov Jatim Tunggu Usulan Pengelola 446 Sumur Minyak Bangkalan
Kehadiran lintas sektor ini diharapkan mampu memangkas hambatan birokrasi dan logistik yang kerap dihadapi eksportir pemula maupun skala menengah.
Iwan menegaskan, keberadaan pusat data dan layanan terpadu ini menjadi langkah konkret Pemprov Jawa Timur dalam mengakselerasi transformasi digital sektor riil.
"Dengan kolaborasi yang solid antarinstansi, kami optimistis semakin banyak produk unggulan Jawa Timur yang mampu bersaing dan menembus pasar dunia," katanya. (*)
Editor : Michael Fredy Yacob