SURABAYA, sanubari.co.id - Evakuasi kapal Pacific 88 di dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, selesai. Operasional di dermaga PT Pelindo Multi Terminal itu sudah kembali normal.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat, saat ini terus berkoordinasi untuk menyusun skema operasional di dermaga tersebut.
Baca juga: Hadiri Rakornas Pusat dan Daerah, Khofifah: Jawa Timur Siap Jalankan Program Prioritas Nasional
Termasuk melakukan pengaturan sandar kapal di Dermaga Jamrud Selatan. Tujuannya, agar layanan kepada pengguna jasa tetap berjalan tanpa gangguan.
Branch Manager Terminal Jamrud Nilam Mirah Muh Junaedhy mengatakan, setelah proses evakuasi korban dilakukan bersama Basarnas dan Ditpolairud, Pelindo saat ini fokus dalam upaya evakuasi peti kemas yang terdampak insiden tersebut.
Selain itu, tim operasional melakukan pembersihan barang-barang yang tercecer di area dermaga. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari pemulihan kondisi operasional.
Serta untuk menjaga penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di wilayah pelabuhan.
Pelindo juga mengerahkan peralatan pencarian. Yakni berupa pemindaian sonar. Alat itu digunakan untuk memastikan tidak ada peti kemas yang tertinggal di perairan dan berpotensi mengganggu pelayaran.
Langkah ini dilakukan seiring aktivitas kepelabuhanan di lokasi yang berangsur kembali normal.
Baca juga: Insiden di Dermaga Jamrud Selatan, Pelindo Evakuasi Kapal Pacific 88
“Saat ini kegiatan operasional di area Dermaga Jamrud Selatan telah berjalan lancar dan kondusif. Seluruh aktivitas terus dipantau secara intensif untuk memastikan operasional pelabuhan tetap aman, tertib, dan terkendali,” ujar Muh Junaedhy.
Sementara itu, KSOP memastikan proses evakuasi dan penanganan pasca insiden kapal Pacific 88 di Dermaga Jamrud Selatan telah dilakukan secara cepat dan terkoordinasi baik.
Serta mengedepankan aspek keselamatan dan kelancaran operasional pelabuhan.
Pelaksana Harian KSOP Tanjung Perak, Arizal Hendriawan mengatakan, pihaknya turut mengawal seluruh rangkaian penanganan insiden sesuai dengan ketentuan keselamatan pelayaran yang berlaku.
Baca juga: Pemprov Jatim Pastikan Pelayanan Dasar Jadi Prioritas dalam RKPD 2027
“KSOP bersama Pelindo dan unsur terkait memastikan setiap tahapan penanganan dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengamanan area, evakuasi objek di perairan, hingga normalisasi alur pelayaran,” kata Arizal.
Di sisi lain, Pelindo menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban insiden tersebut. Sebagai bentuk kepedulian, Pelindo memberikan santunan kepada keluarga korban.
Serta berkomitmen menjamin pemenuhan hak-hak korban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pelindo juga menyatakan bahwa insiden ini masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang dan instansi terkait. (*)
Editor : Redaksi Sanubari