Empat RTG Sudah Beroperasi, Empat Container Crane Baru Tiba Apri

TPS Perbarui Alat dan Pola Kerja, Arus Logistik Tanjung Perak Dipacu

sanubari.co.id
dari kiri ke kanan Wakil Ketua ALFI Jatim Husni, Ketua ALFI Jatim Sebastian Wibisono, Direktur Utama TPS Wahyu Widodo dan Direktur Operasi TPS Noor Budiwan (Foto: Humas PT TPS)

SURABAYA, sanubari.co.id - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat perannya dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional. Caranya melalui pembaruan operasional dan penambahan alat bongkar muat. 

Langkah ini disampaikan dalam forum silaturahmi dan dialog yang digelar akhir Februari lalu di Gedung Administrasi TPS. Hadir dalam forum tersebut Direktur Utama TPS Wahyu Widodo dan Direktur Operasi Noor Budiwan.

Baca juga: Konsistensi Pengelolaan Bisnis dan Kualitas Laporan Tahunan TPS Berbuah Apresiasi

Hadir juga Ketua DPW Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono. Mereka menilai kehadiran alat baru akan mendorong efisiensi logistik dan meningkatkan kunjungan kapal secara bertahap.

Sebagai bagian dari penataan layanan di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, sejumlah unit Container Crane dialokasikan ke Terminal Berlian. Kebijakan ini diharapkan menciptakan distribusi layanan yang lebih merata serta menopang kelancaran operasional pelabuhan.

Sebastian Wibisono mengatakan pembaruan fasilitas tersebut menjadi angin segar bagi pelaku logistik. Menurut dia, hampir seluruh peralatan bongkar muat kini merupakan unit baru yang siap mendukung pelayanan secara optimal. 

TPS juga telah mengoperasikan fasilitas tambahan, seperti area fumigasi serta alat pemindai untuk ekspor dan impor. Sehingga proses pemeriksaan barang berlangsung lebih cepat dan terintegrasi.

Direktur Utama TPS Wahyu Widodo menegaskan komitmen perusahaan pada transparansi layanan. “TPS berkomitmen menghadirkan layanan yang transparan, modern, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Melalui website resmi TPS, seluruh aktivitas operasional dapat dipantau secara real time,” ujarnya.

Baca juga: Operasional Dermaga Jamrud Selatan Kembali Normal Usai Insiden Kapal Pacific 88

Sebastian turut mengapresiasi kesiapan fasilitas dan ritme kerja TPS yang dinilainya semakin solid. “Sinergi antara pelaku usaha dan pengelola terminal menjadi kunci menjaga kelancaran arus logistik di Jawa Timur,” kata dia.

Direktur Operasi Noor Budiwan menambahkan, TPS menerapkan pengaturan ritme kerja yang lebih adaptif, termasuk strategi pengendalian antrean menjelang Lebaran. Penyesuaian pola kerja saat sahur dan berbuka dilakukan untuk memastikan operasi tetap lancar.

“Berkat komunikasi intensif dan koordinasi antar pihak, jumlah keluhan eksternal menurun signifikan. Kami juga memantau secara berkala forecast ekspor dan impor untuk memastikan fleksibilitas penggunaan area Container Yard, baik inbound maupun outbound,” ujarnya.

Baca juga: Insiden di Dermaga Jamrud Selatan, Pelindo Evakuasi Kapal Pacific 88

Noor menyebutkan, TPS telah menerima 14 unit Rubber Tyred Gantry dalam tiga tahap pengiriman. Empat unit telah beroperasi, sementara sepuluh unit lainnya akan menyusul secara bertahap. Pada akhir April, TPS juga dijadwalkan menerima empat Container Crane baru yang direncanakan beroperasi pada pertengahan 2026.

Kedatangan alat-alat tersebut diharapkan meningkatkan kinerja operasional, memangkas waktu sandar kapal, serta memperbesar kapasitas penanganan terminal. 

Di tengah dinamika perdagangan, TPS menata mesin dan ritme kerjanya agar arus peti kemas tetap mengalir tanpa tersendat. (*)

Editor : Redaksi Sanubari

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru