Banjir di Kota Padang Mulai Surut, Warga Diimbau Tetap Waspada

Reporter : Robby
Kondisi salah satu ruas jalan saat banjir melanda Padang (x @NaraSenyap)

Padang, sanubari.co.id Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Senin, 3 Agustus 2026,  siang menyebabkan banjir besar yang merendam sembilan kecamatan. Luapan sejumlah sungai, terutama Batang Kuranji dan aliran sungai di Lubuk Minturun, membuat genangan meluas hingga ke permukiman padat penduduk dan sejumlah ruas jalan utama, termasuk kawasan Bypass KM 15.

Berdasarkan data Stasiun Penakar Hujan Arau, hujan ekstrem mengguyur Padang tanpa henti selama sekitar 10 jam pada Senin siang hingga malam, dengan akumulasi curah hujan mencapai lebih dari 380 mm dalam sehari — jauh melampaui ambang batas hujan ekstrem harian. Intensitas hujan yang sangat tinggi inilah yang memicu sungai-sungai di daerah aliran sungai (DAS) Batang Kuranji meluap dan menggenangi kawasan sekitarnya.

Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa evakuasi menjadi prioritas utama penanganan.

"Evakuasi dilakukan agar warga bisa dikeluarkan dari lokasi banjir, lalu dipindahkan ke tempat yang aman," ujarnya.

Kawasan Lapau Munggu di Kecamatan Kuranji menjadi salah satu titik prioritas, karena puluhan kepala keluarga sempat terjebak akibat ketinggian air yang terus meningkat. Bahkan ketinggian air sempat mencapai sekitar 1,5 meter di beberapa titik.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga. Kepala Kantor SAR setempat, Abdul Malik, menyampaikan bahwa personelnya langsung diturunkan begitu laporan warga terjebak masuk.

"Saat ini kami sudah menerjunkan Tim 1 beranggotakan lima personel," ujarnya, seraya menambahkan dua tim cadangan lain telah disiagakan.

Sekretaris BPBD Sumbar, Ilham Wahab, mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi hujan susulan masih tinggi.

"Warga yang berada di daerah aliran sungai agar mengantisipasi banjir, sedangkan masyarakat di kawasan lereng diminta mewaspadai ancaman longsor," katanya.

Pada Selasa, 4 Agustus 2026, sore, BPBD mencatat sekitar 290 warga telah dievakuasi tim SAR gabungan dan genangan tersebar di 23 titik pada sembilan kecamatan. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, sementara air mulai berangsur surut sehingga warga di beberapa lokasi sudah mulai membersihkan rumah masing-masing.

BPBD Kota Padang saat ini telah menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji dan selimut sejak malam pertama banjir terjadi. Selain logistik dasar tersebut, tim gabungan juga mengerahkan empat unit perahu untuk evakuasi serta terus melakukan kaji cepat guna memastikan kebutuhan mendesak warga di titik-titik terdampak, mulai dari air bersih, obat-obatan, hingga tempat pengungsian sementara, segera terpenuhi. Pendataan kerugian materiil dan kebutuhan bantuan lanjutan masih terus berjalan.

Editor : Robby

Serba Serbi
Berita Populer
Rabu, 29 Jul 2026 13:24 WIB
Senin, 03 Agu 2026 19:20 WIB
Rabu, 29 Jul 2026 18:14 WIB
Rabu, 29 Jul 2026 17:23 WIB
Berita Terbaru