JAKARTA, sanubari.co.id - Perkuat kapasitas industri galangan kapal dalam negeri dengan kolaborasi bersama dunia pendidikan. Salah satunya dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Tujuannya untuk melakukan pengembangan riset dan teknologi. Sehingga bisa memperkuat kapasitas industri galangan kapal dalam negeri. PT PAL Indonesia pun mengaku siap untuk melakukan kolaborasi tersebut.
Baca Juga: PAL-BRIN Kembangkan Teknologi Hidrodinamika
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod mengatakan, beberapa waktu lalu, Presiden RI Prabowo Subianto juga telah memberikan instruksi serupa. Karena itu, ia ingin mempercepat penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan PT PAL Indonesia.
Hal itu juga telah disampaikan kepada Menteri Kemendiktisaintek RI, Brian Yuliarto. Ia ingin agar penguasaan teknologi ter-upgrade bisa dipercepat. Sekaligus mendorong industrialisasi sektor perkapalan nasional lebih masif.
Kaharuddin menegaskan, industri perkapalan merupakan sektor strategis yang memiliki kemampuan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Termasuk kompetensi industri nasional dalam satu produk bernilai tinggi.
Karena itu, kata dia, keterlibatan perguruan tinggi dan lembaga riset akan semakin memperkuat kemampuan industri dalam mengembangkan teknologi. Serta menyelesaikan berbagai tantangan teknis yang dihadapi industri perkapalan.
“Sinergi tersebut juga penting untuk memastikan hasil riset dapat diimplementasikan menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi industri nasional,” katanya, Rabu, 29 Juli 2026.
“Saat ini PT PAL Indonesia juga telah berkolaborasi dengan Universitas dalam negeri. Seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar,” tambahnya.
Baca Juga: KM Umsini akan Kembali, PT PAL: Teknologi Kapal Ditingkatkan
Kaharuddin mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir, PT PAL telah menjalankan transformasi menyeluruh.
Melalui modernisasi fasilitas produksi, implementasi Industri Maritim 4.0 (IM4), digitalisasi proses bisnis, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga penguatan tata kelola perusahaan.
Transformasi tersebut telah mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi proses produksi. Sekaligus memperkuat daya saing PT PAL di pasar domestik maupun internasional.
Meski demikian, Kaharuddin mengatakan upaya menjadikan Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia tidak dapat dilakukan oleh industri secara sendiri. Transformasi industri maritim membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan.
Baca Juga: Kapal Perang AL Filipina Buatan PT PAL Selesai
“Transformasi ini harus menjadi gerakan bersama. Dibutuhkan dukungan pemerintah, industri pendukung, lembaga keuangan, perguruan tinggi, hingga lembaga riset agar ekosistem industri maritim nasional tumbuh secara berkelanjutan,” tegasnya.
PT PAL meyakini kebangkitan industri perkapalan akan menjadi salah satu fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045.
Selain memperkuat kemandirian industri strategis nasional, pertumbuhan sektor ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Termasuk meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, dan memperluas pasar ekspor. Serta memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia. (*)
Editor : Michael Fredy Yacob