Kemenhub pastikan beberapa bandara kembali beroperasi

Terpaksa Gunakan Jalur Darat

avatar Michael Fredy Yacob
Vice President of Partnership PT Agrinas Jaladri Nusantara Restu Prayogi
Vice President of Partnership PT Agrinas Jaladri Nusantara Restu Prayogi

JAKARTA, sanubari.co.id - Tinggal menunggu waktu keberangkatan, Vice President of Partnership PT Agrinas Jaladri Nusantara Restu Prayogi terpaksa harus membatalkan penerbangan.

Keputusan ini diambil setelah mendengar informasi seluruh penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan. Bandara itu ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Masih Berlangsung, 209 Penerbangan dari Jakarta Terdampak

“Saya sudah check-in secara online. Harusnya penerbangan dari bandara Juanda Surabaya Minggu, 6 September 2026, pukul 18.15 WIB. Tapi, setelah saya membaca berita dan mendapat informasi dari tim di Jakarta, saya batalkan keberangkatan,” katanya kepada sanubari.co.id, Selasa, 8 September 2026.

Di hari yang sama, dirinya langsung mengajukan refund melalui aplikasi Traveloka. Hanya tersisa tersisa beberapa jam sebelum keberangkatan.

Boarding pass milik Restu PrayogiBoarding pass milik Restu Prayogi

Bersyukur, pengajuan itu disetujui. Bahkan, pihak manajemen Traveloka mau mengembalikan dana pembelian tiket 100 persen. “Tapi pemberiannya tidak langsung. Prosesnya memakan waktu 14 hari,” ucapnya.

Sebenarnya, ia mengungkapkan, dalam prosesnya, pihak Traveloka memberikan dua pilihan: refund atau reschedule. Namun, pria yang akrab disapa Yogi ini memilih untuk membatalkan keberangkatan. “Kita tidak tahu kapan bandara kembali dibuka. Jadi, saya pilih refund saja,” terangnya.

Sayangnya, dalam kondisi pembatalan semua penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau ini tidak disampaikan oleh pihak maskapai. “Tidak ada info kalau dari maskapai. Saya juga ketika itu belum berangkat ke bandara,” katanya lagi.

Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Berlanjut, Warga Pesisir Lampung dan Banten Waspada

Karena kondisi tersebut, terpaksa dirinya sempat tertahan di Surabaya selama satu hari. Pun harus izin tidak masuk kerja karena kondisi itu. Tetapi, Yogi tetap harus kembali ke Jakarta. Karena itu, ia memilih menggunakan jalur darat untuk berangkat ke Jakarta.

Yogi putuskan untuk menggunakan kereta api. Sayang, masalah pun tak langsung selesai. Dirinya kehabisan tiket kereta menuju Jakarta. Terpaksa dirinya membeli tiket hingga ke Bandung. Besok, Rabu, 8 September 2026, baru dilanjutkan ke Jakarta menggunakan kereta cepat.

“Alternatif yang memungkinkan ya menggunakan jalur darat. Saya pakai kereta api saja. Walau, perjalanannya lebih lama. Tapi, terpaksa harus diambil. Pagi tadi saya sampai Bandung. Infonya, hari ini bandara sudah buka, tapi pasti crowded. Butuh 2-3 hari baru normal. Jadi, pakai kereta api saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan RI membeberkan, sejak pukul 00.01 WIB, Selasa, 8 September 2026, operasional beberapa bandara yang sempat ditutup, sudah kembali dibuka. Kebijakan itu diberikan karena dinilai dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah berakhir.

“Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan aktif kembali. Menyusul Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dalam rilis resminya.

Sementara bandara Bandara Radin Inten II Lampung serta Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Lampung masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, pembukaan bandara ini disertai dengan sejumlah catatan. 

Pertama, Otoritas Bandara bersama dengan maskapai harus melakukan inspeksi terhadap semua armada pesawat. Kedua, pilot dan kru operasional pesawat wajib mengetahui restricted polygon

Yakni wilayah udara berbentuk poligon (banyak sudut) yang dibatasi atau dilarang oleh otoritas terkait untuk dilintasi karena terdeteksi mengandung sebaran abu vulkanik. (*)

Berita Terbaru

Cerita Kita,

Tiga Pukulan, Satu Zaman

Oleh: Alan Christian Singkali, Sekretaris Umum DPP GAMKI ORDE Baru adalah masa ketika negara memiliki kekuasaan yang sangat besar. Stabilitas menjadi kata