Paniai, sanubari.co.id — Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada hari Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 00.25 WIT. Api yang muncul di tengah malam dengan cepat membesar dan merambat ke rumah kios yang berdempetan, sehingga menghanguskan sekitar 40 hingga 49 unit bangunan serta satu unit kendaraan roda empat.
Paska kebakaran, sebanyak sebelas orang ditemukan meninggal dunia akibat luka bakar, terdiri atas lima orang dewasa dan enam anak-anak.
Adapun identitas para korban adalah Najamuddin (70), Wandi (36), Herlina (30 istri Wandi), Hasyim (30), dan Rizka Falma (28 istri Hasyim). Kemudian korban anak-anak dari Wandi, yakni Aska (9), Abie (6), dan Adit (5). Sementara korban anak-anak dari Hasyim, yakni Ardi (9), Icha (6), dan Ai Yusuf (2).
Seluruh jenazah telah dievakuasi ke RSUD Paniai untuk proses identifikasi. Kasubbid Penmas Humas Polda Papua Tengah, Kompol Henry J. Manurung, membenarkan peristiwa tersebut.
"Kebakaran di kawasan pasar di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, mengakibatkan puluhan rumah terbakar dan 11 orang meninggal dunia," katanya.

Kapolres Paniai AKBP Roycke H.F. Betaubun menjelaskan, lokasi kejadian merupakan kawasan padat yang mayoritas dihuni pedagang kios kelontong. Dari keterangan sementara, ada saksi yang melihat dua orang berada di depan salah satu rumah korban sebelum api mulai membakar bangunan tersebut. Keterangan saksi ini masih terus didalami untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Petugas gabungan bersama warga sekitar berjibaku memadamkan api menggunakan kendaraan taktis penyemprot air, hingga akhirnya kobaran berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIT.
"Kondisi rumah kios yang sangat rapat serta hembusan angin membuat proses pemadaman membutuhkan waktu yang cukup lama," ujar Henry.
Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar. Polisi masih mendalami penyebab pasti kebakaran dengan melakukan olah tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, serta pemeriksaan sejumlah saksi.
Editor : Robby