Persiapan Pembangunan Rumah Subsidi

AHY Akan Kawal Program Rumah Subsidi, Begini Idenya...

avatar Hizkia
Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah), di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis, 16 Oktober 2025 malam.
Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah), di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis, 16 Oktober 2025 malam.

SURABAYA, sanubari.co.id - Sejumlah menteri hadir dalam Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan bersama Semen Indonesia Group (SIG), BRI dan BTN di Surabaya. Sosialisasi ini dalam rangka mempercepat penyaluran dan pembangunan rumah subsidi.

Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan urusan perumahan subsidi menjadi prioritas Presiden RI Prabowo Subianto. "Memang urusan perumahan ini sangat mendasar,” kata AHY di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis, 16 Oktober 2025 malam.

Baca Juga: 102 Alumni Pesantren Ikuti Pelatihan Kewirausahaan Digital OPOP Jatim di Surabaya

“Itulah mengapa Bapak Presiden Prabowo Subianto benar-benar memprioritaskan pembangunan. Termasuk juga renovasi rumah rakyat. Terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tambahnya.

“Sampai dengan hari ini masih cukup banyak masyarakat, saudara-saudara kita yang belum punya rumah dan tinggal di rumah yang tidak layak huni," katanya lagi.

AHY mengatakan sosialisasi KUR ini sangat penting. Sebab, memberi opsi ke masyarakat soal skema pembayaran untuk bisa memiliki rumah sendiri. Oleh karena itu berbagai skema insentif untuk meringankan membantu masyarakat mendapatkan akses pembiayaan terhadap perumahan yang terjangkau. Diharapkan mendapatkan dukungan dari semua pihak.

Baca Juga: ESDM Jatim Realisasikan Bantuan Listrik bagi Ribuan Rumah Tangga Tidak Mampu

“Terima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur, para Bupati Wali Kota di Provinsi Jawa Timur. Mari kita kita kawal terus. Tentunya selain kita berharap mengentaskan kekurangan rumah, tapi juga bisa menggerakkan ekonomi dengan membuka lapangan pekerjaan yang yang baik untuk semua," terangnya.

AHY menegaskan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan mengawal kebijakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Sebab menurutnya, urusan rumah diawali dari lahan. Jadi tata ruangnya ini juga harus disiapkan secara baik.

Baca Juga: Khofifah: Beasiswa LPPD Jatim Jadi Investasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Baginya, tidak ada masalah, tidak ada overlapping. Karena bagaimana mereka menyiapkan infrastruktur dasar. Seperti fasilitas publik untuk mendukung kawasan perumahan yang baru itu. Seperti tapak maupun high rise atau rumah susun. Juga akses terhadap mobilitas atau transportasi masyarakat.

"Ini juga penting. Sehingga pada akhirnya bukan hanya punya rumah, tapi juga hidup dalam ekosistem yang nyaman, aman dan juga memudahkan dalam aktivitas bekerja maupun beraktivitas lainnya di sekitar perumahannya. Saya rasa itu yang bisa kita lakukan dan kita kawal bersama-sama," terangnya. (*)

Berita Terbaru