Bukan hanya fokus pada bisnis, Samsung turut membangun masa depan Indonesia lewat pendidikan teknolo

30 Tahun di Indonesia, Samsung Mantap Bangun Talenta Digital Masa Depan

avatar Robby

Selama lebih dari 30 tahun beroperasi di Indonesia, Samsung tak sekadar dikenal sebagai perusahaan teknologi global, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun sumber daya manusia digital di Tanah Air.

Melalui dua program unggulannya, Samsung Solve for Tomorrow (SFT) dan Samsung Innovation Campus (SIC), perusahaan ini berfokus menyiapkan pelajar dan mahasiswa untuk menjadi inovator muda yang mampu menjawab tantangan sosial dengan solusi berbasis teknologi.

Baca Juga: Galaxy Z Fold7 & Z Flip7: Saat AI Jadi Rekan Kerja Cerdas, Bukan Sekadar Fitur

Program SFT menjadi wadah bagi siswa dan mahasiswa untuk menerapkan ilmu STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) dalam menghadirkan solusi nyata bagi masalah di sekitar mereka.

Sementara itu, SIC memberikan pelatihan intensif di bidang teknologi masa depan seperti coding, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (AI).

“Samsung konsisten mendampingi perjalanan Indonesia menuju masyarakat digital. Kami bangga program Samsung Innovation Campus dan Samsung Solve for Tomorrow telah menjangkau ribuan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah, memberi mereka pengalaman langsung bagaimana teknologi bisa membawa perubahan positif di lingkungannya. Ke depan, kami berkomitmen terus mendukung lahirnya talenta digital baru yang akan menjadi motor penggerak masa depan Indonesia,” ujar Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2019, SIC telah melatih lebih dari 20.000 pelajar dan mahasiswa, serta ratusan guru melalui program training of trainers.

Sementara SFT, yang mulai digelar pada 2023, terus memperluas jangkauan hingga ke tingkat universitas.

Baca Juga: Dari Ide hingga Visual: Semua Bisa di Galaxy Z Flip7 Berkat Gemini AI

Antusiasme peserta meningkat tajam pada 2025 dengan 2.603 pendaftar dari seluruh Indonesia.

Dari kompetisi tersebut lahir berbagai inovasi berdampak sosial—mulai dari konversi limbah plastik menjadi listrik, aplikasi pendeteksi karies gigi berbasis AI, hingga sport-tech yang memfasilitasi olahraga bagi perempuan dan penyandang disabilitas.

Tak hanya di tingkat nasional, karya peserta SIC Batch 5 seperti tim Daely dari Universitas Bina Nusantara juga menoreh prestasi internasional lewat AI and IoT-Based Drowsiness Detection System for Drivers, yang meraih Merit Award di ajang Asia Pacific ICT Alliance Awards (APICTA) 2024.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis tantangan, mentoring profesional, dan pemanfaatan AI dalam proses belajar, Samsung berupaya memastikan setiap generasi muda memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Baca Juga: Samsung Redefinisi Produktivitas Mobile Lewat Integrasi Gemini AI di Galaxy Z Fold 7

Inisiatif ini juga sejalan dengan visi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menciptakan masyarakat berdaya dan berkelanjutan.

Hasil riset Samsung menunjukkan 78% generasi muda Asia Tenggara sudah memanfaatkan AI dalam proses pembelajaran, dan program CSR ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi tersebut demi menciptakan inovasi yang membawa dampak nyata bagi masyarakat Indonesia.

Dengan pencapaian ini, Samsung bukan hanya membentuk teknolog masa depan, tetapi juga agen perubahan sosialyang siap membawa Indonesia menuju era digital yang inklusif, berdaya, dan berkelanjutan.

Berita Terbaru