SURABAYA, sanubari.co.id - Para santri di Kabupaten Sumenep mendeklarasikan jihad ketahanan pangan. Caranya dengan mengembangkan budidaya rumput laut berskala besar. Deklarasi ini dilakukan dalam momentum Hari Santri Nasional (HSN) 2025.
Inisiatif ini digagas oleh Bandar Laut Dunia Grup (BALAD Grup) melalui anak perusahaannya, Bandar Rumput Laut Nusantara Grup (BRULANTARA Grup).
Baca Juga: BIG Luncurkan SATARA, Inovasi Dolomit untuk Kesuburan Tanah Indonesia
Para santri yang tergabung dalam kelompok tersebut melaksanakan penanaman perdana rumput laut di Teluk Pulau Malang, Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep.
Tahap awal proyek ini mencakup lahan seluas 7 hektar. Targetnya bisa ekspansi hingga 50 ribu hektar. Kawasan tersebut diklaim akan menjadi area budidaya rumput laut terbesar di dunia.
Founder dan Owner BALAD Grup, HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy mengatakan, gerakan ini sebagai bentuk jihad modern dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan bangsa.
“Hari ini kami para santri melakukan Jihad Ketahanan Pangan. Budidaya rumput laut 50 ribu hektar ini akan menjadi yang terbesar di dunia,” kata pria yang akrab disapa Gus Lilur dalam keterangan tertulis, Rabu 22 Oktober 2025.
Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI) itu menambahkan, potensi maritim Indonesia sangat besar. Sehingga hal itu bisa untuk menopang kemandirian pangan nasional. Dengan 72 persen wilayah laut, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan bisa dikembangkan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Dari Nelayan untuk Negeri: Usulan Gus Lilur agar Indonesia Berdaulat di Laut Sendiri
Melalui BRULANTARA Grup, pria peraih penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN), menargetkan terciptanya sumber pangan alternatif berupa beras rumput laut.
Dua pabrik pengolahan akan dibangun di Sumenep dan Situbondo untuk memperkuat ekosistem industri rumput laut nasional.
“Bandar Laut Dunia Grup meyakini bahwa Indonesia akan menjadi kiblat baru budidaya rumput laut dunia. Ini adalah bentuk jihad kami untuk ketahanan pangan bangsa,” tegasnya.
Baca Juga: Gus Lilur Minta Prabowo Stop Ekspor Benih Lobster, Fokus Bangkitkan Budidaya Lobster Nasional
Gus Lilur menilai gerakan ini sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2025, yakni Santri Berdaya, Santri Berbudidaya. Menurutnya, semangat jihad 1945 kini diterjemahkan menjadi perjuangan menjaga kedaulatan pangan dan ekonomi rakyat.
“Santri tidak hanya berjihad melawan penjajahan, tapi juga berjihad memastikan ketersediaan pangan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Gus Lilur menyerukan semangat nasionalisme santri untuk terus berkontribusi bagi bangsa. “Selamat Hari Santri 22 Oktober 1945 – 22 Oktober 2025. Santri Berdaya, Santri Berbudidaya. Salam keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (*)
Editor : Redaksi Sanubari