JAKARTA, sanubari.co.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memasuki tahap Uji Publik dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan di Komisi Informasi Pusat (KIP), Rabu, 19 November 2025. Pada tahap ini, kementerian dinyatakan lolos untuk memaparkan presentasi yang disampaikan langsung oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan.
Baca Juga: Peran ATR/BPN Bontang dalam 26 Tahun Pembangunan Kota Taman
“Bapak Menteri Nusron Wahid selalu mengingatkan bahwa pelayanan harus cepat, akuntabel, bersih, dan tidak membedakan masyarakat,” ujar Ossy dalam presentasi di Grand Mercure Hotel Kemayoran, Jakarta.
“Karena itu Kementerian ATR/BPN terus memperbaiki diri, memperbaiki proses, beradaptasi, dan memastikan setiap langkah pelayanan transparan serta mudah diakses publik,” katanya lagi.
Di hadapan tiga penguji: Komisioner KIP, praktisi keterbukaan informasi, dan akademisi, Ossy mendapat waktu sepuluh menit untuk memaparkan kebijakan dan strategi pemenuhan hak akses informasi publik.
Baca Juga: Selamatkan Aset Umat: BPN Bontang Gerakkan Sertifikasi Tanah Wakaf
Salah satu sorotan utama adalah transformasi layanan pertanahan dan tata ruang ke format digital. Contohnya aplikasi Sentuh Tanahku. Layanan berbasis smartphone yang memudahkan masyarakat mengakses data sertipikat dan memantau layanan pertanahan secara cepat dan akurat.
Selain itu, Kementerian ATR/BPN menghadirkan aplikasi BHUMI (bhumi.atrbpn.go.id) yang memuat katalog data geospasial. Seperti Peta Zona Nilai Tanah (ZNT), peta bidang tanah, peta kawasan hutan, peta lahan sawah dilindungi (LSD), peta Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), hingga peta batas administrasi daerah.
Di sektor tata ruang, kementerian mengoperasikan GISTARU (gistaru.atrbpn.go.id). Di website itu menyediakan informasi Rencana Tata Ruang Nasional dan Daerah. Layanan ini banyak digunakan masyarakat dan investor untuk mengetahui kesesuaian zonasi, baik untuk permukiman, industri, maupun peruntukan lain.
Baca Juga: Nusron Wahid Dorong Mahasiswa UIN Pekalongan Jadi Garda Depan Pengelolaan Tanah Wakaf di Indonesia
“Seluruh inovasi ini adalah upaya kolektif untuk terus membenahi dan menyempurnakan layanan pertanahan dan tata ruang, termasuk diseminasi informasi. Memang belum sempurna, tapi kita akan terus berupaya,” kata Ossy.
Hadir mendampingi Wamen Ossy antara lain Tenaga Ahli Menteri Bidang Administrasi Negara dan Good Governance Ajie Arifuddin; Kepala Bagian Informasi Publik dan Pengaduan Masyarakat Adhi Maskawan; serta Kepala Bagian Pemberitaan, Media, dan Hubungan Antar Lembaga Bagas Agung Wibowo, bersama jajaran Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN. (*)
Editor : Redaksi Sanubari