BONTANG, sanubari.co.id - Pembangunan infrastruktur sekolah rakyat (SR) di Kota Taman juga masih terhambat sertifikat tanahnya. Kantor pertanahan (ATR/BPN) Bontang masih menunggu berkas tanah seluas delapan hektar itu diberikan pemerintah kota (Pemkot) Bontang.
“Sampai saat ini, berkas pengajuannya belum ada masuk ke kami. Seharusnya, sertifikasi tanah itu kami yang buat. Karena, lokasi tanahnya di Bontang,” kata Kepala Kantor ATR/BPN Bontang Hamim Muddayana, Minggu, 22 Februari 2026.
Baca Juga: Sertifikat Tanah Bulog Masuki Babak Baru, Tim BPN Siap Kerja Cepat
Lokasi tanah yang akan dibangun SR ini berada tepat di samping lokasi tanah yang akan dibangun gudang Bulog. Yakni berada di belakang perumahan Korpri, di kawasan Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.
Ia menegaskan, sama seperti sertifikasi pelabuhan Loktuan, timnya akan membantu percepatan penyelesaian sertifikat lahan tersebut. “Kalau berkasnya sudah didaftarkan ke BPN, kami langsung proses. Sekarang berkasnya belum didaftarkan ke kami,” ucapnya.
Baca Juga: Wamen Ossy: Delapan Perpres Tata Ruang Kawasan Perbatasan Telah Disahkan
Hamim tidak ingin penyelesaian legalitas tanah SR terhambat seperti yang terjadi pada aset Bulog. Apalagi, aset untuk pembangunan SR ini masih diurus oleh pemkot Bontang. Sehingga, menurutnya hal itu bisa lebih mudah dan cepat selesai.
“Kalau sekarang, kami menunggu saja berkas itu didaftarkan ke kami. Termasuk pendaftaran hibah dari pemkot Bontang. Karena, tanah yang digunakan untuk pembangunan SR ini kan milik pemkot Bontang,” ucapnya.
Baca Juga: Menteri Nusron Targetkan Kebijakan Satu Peta Rampung Lebih Cepat
Di sisi lain, tahun ini juga ATR/BPN Bontang fokusnya banyak dihabiskan untuk membantu pemerintah melegalkan aset yang mereka miliki. Karena, menurutnya, masih banyak aset pemkot Bontang yang belum terdata dan memiliki legalitas.
“Masih ada beberapa lagi aset pemkot yang belum selesai kami data tahun kemarin. Tahun ini, pendataan aset pemkot itu juga menjadi salah satu fokus kami. Sehingga, pendataan aset lebih rapi. Serta terhindar dari potensi kehilangan,” ucapnya. (*)
Editor : Redaksi Sanubari