Jawa Timur Perkuat Rantai Pasok Logistik Haji dan Perluas Pasar Produk Halal di Arab Saudi

Khofifah: Misi Dagang Jatim di Jeddah Tembus Rp 6,7 Triliun

avatar Michael Fredy Yacob
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (jilbab kuning) saat melihat produk Jatim yang dijual di Jeddah, Kamis, 24 Desember 2026. (Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (jilbab kuning) saat melihat produk Jatim yang dijual di Jeddah, Kamis, 24 Desember 2026. (Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim)

JEDDAH, sanubari.co.id - Misi dagang dan investasi kembali dilaksanakan pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Kali ini, kegiatan itu dilaksanakan di Jeddah, Arab Saudi, Kamis, 24 September 2026.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang memimpin langsung misi dagang dan investasi tersebut. Dalam forum yang mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara ini sukses mencetak potensi transaksi fantastis hingga Rp 6,71 triliun.

Baca Juga: Khofifah Genjot Produktivitas Sapi Perah Jatim

Misi dagang ini dirangkai dengan forum temu bisnis yang berfokus pada industri halal dan kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji. 

Selain membuka akses pasar bagi produk unggulan Jawa Timur, pertemuan ini menjadi ajang strategis untuk menjajaki pasokan logistik haji dan umrah ke Tanah Suci.

Beragam komoditas unggulan sukses memikat pasar. Mulai dari briket kayu, suku cadang kendaraan, produk kelapa sawit (RBD palm oil), mesin industri, fesyen, hingga aneka produk makanan dan minuman seperti kopi, rempah-rempah, dan olahan tuna kaleng.

Menurut Khofifah, tingginya angka transaksi ini menandakan terbukanya ruang kerja sama yang luas. 

“Dari proses kurasi, business matching secara daring, hingga one-on-one meeting, nilai potensi transaksi mencapai Rp6,7 triliun. Komitmen ini harus segera ditindaklanjuti,” ujar Khofifah dalam rilis resmi yang diterima sanubari.co.id, Jumat, 25 September 2026.

Ia berharap seluruh komitmen transaksi tersebut dapat terealisasi dengan tetap memperhatikan dinamika regulasi perdagangan di kedua negara.

Membidik Pusat Logistik Haji

Dalam lawatannya, Khofifah secara khusus menawarkan kesiapan Jawa Timur sebagai basis utama pengembangan rantai pasok produk dan logistik ibadah haji. 

Kapasitas ini didukung oleh posisi Jawa Timur sebagai center of gravity perekonomian dan distribusi untuk kawasan Indonesia Timur.

“Jawa Timur memiliki ekosistem industri, perdagangan, logistik, dan halal yang sangat lengkap. Ini menjadi modal penting untuk membangun kemitraan rantai pasok dengan Arab Saudi,” tuturnya.

Baca Juga: Khofifah Dampingi Prabowo ke Gontor

Dari sisi infrastruktur, Jawa Timur ditopang oleh 13 kawasan industri, dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 37 pelabuhan, serta tujuh bandara. Pelabuhan Tanjung Perak tercatat melayani hampir 80 persen kebutuhan logistik di 19 provinsi kawasan timur Indonesia.

"Dengan konektivitas ini, Jawa Timur tidak hanya unggul dalam kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan distribusi. Ini yang kami tawarkan untuk memenuhi kebutuhan pasar Arab Saudi," kata Khofifah.

Ekosistem Halal dan Fesyen Wastra

Selain pangan dan logistik, pasar Timur Tengah juga dibidik untuk produk fesyen berbasis wastra dan bordir asal Jawa Timur. Kualitas bordir dari sentra-sentra perajin lokal dinilai sangat kompetitif untuk bersaing di pasar global.

Kepercayaan diri ini berakar pada kuatnya ekosistem halal Jawa Timur. Keberadaan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS). 

Lalu ada 15 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), 196 Rumah Potong Hewan (RPH) halal, hingga ratusan ribu penyelia dan pendamping proses produk halal (PPH) menjadi fondasi utamanya.

“Yang kita tawarkan bukan sekadar produk. Kita ingin membangun rantai nilai yang didukung oleh kawasan industri, sertifikasi, sumber daya manusia yang mumpuni, hingga ke hilir distribusinya,” tegasnya.

Baca Juga: Khofifah Petakan Sumber Air Lamongan

Kerja sama strategis ini diyakini akan semakin memperkokoh neraca perdagangan kedua wilayah yang trennya terus positif.

Pada periode Januari-Juni 2026, Jawa Timur sukses mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD 50,40 juta dengan Arab Saudi.

“Angka ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi kita sudah kuat. Sekarang saatnya memperluasnya dari sekadar perdagangan menjadi investasi dan kemitraan rantai pasok yang solid,” pungkas Khofifah.

Delegasi Arab Saudi yang hadir mewakili sekitar 50 perusahaan lintas sektor, diantaranya raksasa ritel Lulu Saudi HM LLC, Falcon Group Global, BPKH Limited, dan Goody Company.

Kehadiran puluhan investor ini direspons positif oleh delegasi Jawa Timur yang turut dihadiri oleh Konsul Jenderal RI di Jeddah Sugiri Suparwan, Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, serta jajaran pelaku usaha nasional. (*)

Berita Terbaru

Serba Serbi,

Hanura Bergerak Sejak Dini

SURABAYA, sanubari.co.id - Mesin partai Hanura mulai dipanaskan. Target besar dipatok partai ini di pemilihan umum (Pemilu) mendatang. Wajar, karena saat ini

Serba Serbi,

DPR Resmi Sahkan UU Reforma Agraria

JAKARTA, sanubari.co.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah resmi menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma