SENTUL, sanubari.co.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah.
Rapat itu dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Rakornas digelar di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Baca juga: Pemprov Jatim Pastikan Pelayanan Dasar Jadi Prioritas dalam RKPD 2027
Forkopimda Jawa Timur yang hadir antara lain Ketua DPRD, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda, Dan Koarmada V. Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala BIN Daerah, serta Forkopimda kabupaten dan kota se-Jawa Timur.
Rakornas mengusung tema Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045. Dalam forum tersebut, Khofifah menegaskan komitmen Jawa Timur untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menjalankan berbagai program prioritas nasional.
Menurut Khofifah, sejumlah program nasional yang digagas Presiden Prabowo telah diimplementasikan dengan baik di Jawa Timur. Salah satunya di sektor pangan. Jawa Timur, kata dia, telah mencapai swasembada pangan dan kini bergerak menuju kedaulatan pangan.
Selain itu, Jawa Timur juga menjadi provinsi tercepat dan terbanyak dalam menuntaskan 100 persen kelembagaan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Sebanyak 8.494 Koperasi Desa Kawasan Mandiri Pangan telah berbadan hukum, terdiri atas 8.420 koperasi baru dan 74 koperasi hasil pengembangan.
Secara nasional, Jawa Timur menempati peringkat teratas sebagai provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak, yakni 4.716 desa atau sekitar 23 persen dari total desa mandiri di Indonesia.
“Kami percaya pembangunan desa harus menyentuh aspek paling mendasar dan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, hingga pelayanan kesehatan dan pelestarian lingkungan,” kata Khofifah.
Di sektor pendidikan, Khofifah menyatakan Jawa Timur terus mendukung program prioritas Presiden Prabowo dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Generasi Indonesia Emas 2045. Hingga kini, sebanyak 26 Sekolah Rakyat telah beroperasi di Jawa Timur, terbanyak secara nasional.
Program Sekolah Rakyat, menurut Khofifah, menjadi langkah strategis memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Selaras dengan upaya mencetak generasi unggul, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga membentuk enam sekolah taruna.
Yakni SMAN Taruna Angkasa di Madiun, SMAN Taruna Bhayangkara di Banyuwangi, SMAN Taruna Brawijaya di Kediri, SMAN Taruna Nala di Malang, SMAN Taruna Madani di Pasuruan, dan SMAN 2 Taruna Pamong Praja di Bojonegoro.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengajak para kepala daerah untuk menjaga dan mengelola kekayaan alam demi kepentingan rakyat. Ia menekankan pentingnya persatuan dalam mewujudkan kesejahteraan nasional.
Baca juga: Jawa Timur Jaga Iklim Investasi, PMA Jepang Tumbuh Berkelanjutan
“Saya mengajak seluruh pemimpin daerah bersatu demi kepentingan rakyat Indonesia,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan visinya menjadikan Indonesia sebagai negara maju modern dengan kualitas hidup masyarakat yang baik, mulai dari akses pangan sehat, jaminan kesehatan, pendidikan yang layak, hingga penghasilan yang mencukupi.
Pemerintah, lanjut Prabowo, akan menjalankan Strategi Transformasi Bangsa yang tertuang dalam delapan misi Asta Cita, 17 program prioritas, serta delapan program hasil terbaik cepat. Strategi ini menjadi fondasi pembangunan Indonesia maju dengan berlandaskan prinsip ekonomi Pancasila dan UUD 1945.
Prabowo memaparkan sejumlah capaian hasil sinergi pemerintah pusat dan daerah. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,04 persen, dengan ekspor meningkat 8,14 persen sepanjang kuartal I hingga III 2025.
Investasi pada 2025 juga menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja baru. Di bidang kesejahteraan sosial, program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 60 juta penerima setiap hari di 38 provinsi.
Sebanyak 70 juta warga juga telah memperoleh akses pemeriksaan kesehatan gratis. Selain itu, 83.227 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih telah terbentuk di seluruh Indonesia. Sektor pendidikan menunjukkan kemajuan signifikan.
Baca juga: Misi Dagang Jatim Catatkan Transaksi Rp 3,15 Triliun
Sebanyak 14.822 anak kini bersekolah di 166 Sekolah Rakyat. Sepanjang 2025, pemerintah merenovasi 16.140 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA, serta menyalurkan 288.180 interactive flat panel untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Di sektor ketahanan pangan, produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,7 juta ton atau meningkat 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Cadangan beras Bulog juga menembus 4,2 juta ton pada Juli 2025, tertinggi sepanjang sejarah.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan Rakornas ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian program prioritas Presiden, terutama dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan energi serta ekonomi yang produktif dan inklusif.
2026 menjadi momentum penting sebagai tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sekaligus tahun kedua implementasi RPJMN 2025–2029.
Tito menekankan peran strategis kepala daerah dan Forkopimda sebagai motor penggerak pemerintahan dan pembangunan daerah. Karena itu, Rakornas menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan mensinergikan kebijakan pusat dan daerah.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 diikuti seluruh kementerian dan lembaga, gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, serta anggota Forkopimda dari seluruh provinsi dan kabupaten kota di Indonesia. (*)
Editor : Redaksi Sanubari