BONTANG, sanubari.co.id - Jalan di kampung Timur, RT 01, Kelurahan Kanaan tidak pernah tersentuh pemerintah. Alhasil, jalan tersebut hingga saat ini sangat memprihatinkan. Masih tanah. Belum pernah dilakukan semenisasi.
Rismanto Patattan, ketua RT 01 mengatakan, infrastruktur di lingkungan RT-nya paling tertinggal dari RT lain di Kota Tama. Untuk infrastruktur jalan saja, hingga saat ini masih banyak di daerahnya yang belum pernah diaspal. Masih banyak lubang.
Baca juga: Langgar Tata Ruang dan Perizinan, Batching Plant di Tanjung Laut Indah Dihentikan
“Kalau hujan pasti becek. Kalau panas, berdebu. Sering juga saya dikirimi foto di grup RT, ada saja yang jatuh. Jalan di daerah kampung Timur ini tidak pernah dibagusin,” katanya kepada Komisi C DPRD Bontang saat melakukan sidak, Selasa, 3 Februari 2026.
Tidak hanya jalan yang belum diaspal. Di wilayah kampung Timur ini juga belum memiliki selokan. Sehingga, ketika hujan turun, maka air pasti menggenangi jalan. Belum lagi aliran air dari atas gunung memperparah kondisi di jalan tersebut.
“Warga sering timbun-timbun. Tetapi, ada keterbatasan,” ungkapnya. “Warga di kampung Timur ini selalu mengeluh ke saya. Mereka minta tolong sampaikan keresahan mereka kepada pemerintah daerah,” katanya lagi.
Ia pun meminta agar pemerintah kota (Pemkot) Bontang memperbaiki jalan tersebut. Agar, masyarakat di sana lebih tenang. Tidak menghirup debu setiap saat. “Di daerah lain, jalan sudah berulang kali diperbaiki. Di sini, sekalipun tidak pernah,” tegasnya.
Jalan tersebut panjangnya sekitar 800 meter. Lebarnya sekitar 10 meter. Terakhir diperbaiki pada 2024. Itu juga melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120. Dikerjakan oleh Kodim 0908/Bontang.
“Kalau memang jalannya belum bisa diperbaiki, minimal paretnya dibuat dulu. Sehingga, setiap kali hujan, air gak masuk ke jalan. Jadi, jalan yang masih terbuat dari tanah liat ini tidak terus terkikis,” tegasnya.
Baca juga: Sekolah Rakyat Bontang Dimulai dari Sekolah Rintisan di GOR Bontang Lestari
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Bontang Alfin Rausan Fikry mengatakan, kampung Timur ini sudah ada sejak 30 tahun lalu. Sayangnya, pemkot Bontang tidak pernah memperhatikan kondisi masyarakat di sana.
“Kita ini hidup di 2026. Semua serba maju dan berkembang. Tetapi, saat kita masuk di kampung Timur ini, terasa hidup di tahun 70 atau 80-an. Jalannya belum diaspal. Masih tanah. Padahal, di daerah lain, jalanya sudah bagus,” tegasnya.
Ia pun meminta pemkot Bontang untuk melakukan perbaikan secara bertahap di lokasi tersebut. Baginya, keterbatasan anggaran bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan semenisasi terhadap jalan di kampung Timur tersebut.
Menurutnya, jika proses perbaikan belum bisa dilanjutkan secara maksimal, setidaknya perbaikan drainase dan akses jalan warga dapat dilakukan. "Mengingat masalah ini sudah berulang kali dikeluhkan warga," ucapnya.
Baca juga: Drainase Belum Rampung, Rumah Warga di Kanaan Terendam Banjir
Anggota Komisi C DPRD Bontang Sem Nalpa Mario menambahkan, wilayah Kampung Timur saat ini telah dihuni 67 kepala keluarga (KK). Sehingga menurutnya, kampung itu layak menjadi prioritas pembangunan.
“Minimal badan jalannya bisa dirampungkan tahun ini. Lalu dilanjutkan pada 2027. Paling tidak sudah tersentuh dulu,” kata pria berdarah Toraja tersebut.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur di wilayah Bontang Barat, khususnya Kampung Timur, masih minim perhatian pemkot Bontang. Ia berharap, pemerintah dapat mengakomodir pembangunan jalan di kampung Timur pada APBD perubahan 2026 nanti.
“Paling tidak di perubahan anggaran bisa masuk. Kita ingin Bontang Barat juga merasakan pembangunan layaknya yang dirasakan di daerah lain di Bontang,” ucapnya. (*)
Editor : Redaksi Sanubari