Sekolah Rintisan di Bontang Dimulai Juli 2026

Sekolah Rakyat Bontang Dimulai dari Sekolah Rintisan di GOR Bontang Lestari

avatar Jay Verdade
Ilustrasi sekolah rintisan di Bontang. (Ilustrasi by AI)
Ilustrasi sekolah rintisan di Bontang. (Ilustrasi by AI)

BONTANG, sanubari.co.id - Sekolah rintisan di Kota Taman ditargetkan rampung Juli 2026. Sekolah itu merupakan langkah awal untuk pembangunan Sekolah Rakyat di kota tersebut. Sekolah yang menjadi harapan bagi anak di keluarga tidak mampu.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, saat ini, pemerintah kota (Pemkot) masih menunggu finalisasi data calon peserta didik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang.

Baca Juga: MPLS Dimulai, Begini Pesan Neni...

“Untuk jumlah siswa masih menunggu data yang sedang difinalisasi Disdikbud. Target kami, sekolah rintisan ini sudah bisa berjalan di tahun ajaran baru tahun ini,” kata Agus Haris, Sabtu, 17 Januari 2026.

Selain menyiapkan data peserta didik, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan infrastruktur pendukung. Pekerjaan teknis dilakukan secara kolaboratif oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang termasuk Disdikbud. 

Tujuannya agar fasilitas belajar mengajar dapat segera difungsikan. “Bulan ini rencananya akan ada tim dari kementerian yang datang untuk survei. Sambil menunggu proses pembangunan sekolah permanen. Kita mulai dulu dengan sekolah rintisan,” jelasnya.

Sekolah rintisan tersebut direncanakan berlokasi di GOR Bontang Lestari. Lokasi ini dipilih karena dinilai strategis, mudah diakses, serta memungkinkan penyesuaian ruang dengan cepat.

“Tidak perlu pembangunan besar. Ruangannya tinggal disekat-sekat saja. Paling tidak bisa digunakan selama satu tahun sambil menunggu gedung Sekolah Rakyat selesai dibangun. Sekolah Rakyat juga nanti ada di Bontang Lestari,” ujar Agus Haris. 

Baca Juga: Neni: Ayah Wajib Antar Anak Sekolah di Hari Pertama

Ke depan, pemanfaatan GOR Bontang Lestari tidak berhenti sebagai sekolah rintisan. Setelah Sekolah Rakyat permanen rampung, bangunan tersebut akan dikembalikan fungsinya untuk kegiatan olahraga dan pengembangan cabang olahraga. 

Bahkan, Pemkot berencana memusatkan kawasan olahraga di Bontang Lestari, termasuk rencana pemindahan Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). “Semuanya akan satu tempat di GOR Bontang Lestari,” terangnya. 

Sekolah Rakyat sendiri dirancang sebagai sekolah berkonsep asrama dengan dukungan penuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Sosial. Total anggaran yang digunakan sebesar Rp 250 miliar. 

Baca Juga: Dilema TPP vs PHK bagi PPPK Bontang

Program ini merupakan wujud keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan. Sekaligus upaya memutus mata rantai putus sekolah di Kota Bontang. “Ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun harapan dan masa depan anak-anak yang selama ini sulit mengakses pendidikan,” tegas Agus.

Tak hanya fokus pada sarana, Pemkot Bontang juga menaruh perhatian besar pada peran guru sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan. Melalui Program Komitmen Bontang, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan sosial, termasuk peningkatan insentif bagi para guru.

“Tanpa guru yang sejahtera, pendidikan sulit berjalan optimal. Karena itu, peningkatan kesejahteraan guru menjadi bagian penting dari komitmen kami,” pungkasnya. (*)

Berita Terbaru

Cerita Kita,

Negara Wajib Melindungi Rakyatnya

Oleh: HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, Founder & Owner Batara Group (Bandar Tambang Nusantara Group) DUA hari lalu, dalam Simposium Nasional Outlook

Serba Serbi,

Sertifikasi Rumah Gratis untuk MBR

JAKARTA, sanubari.co.id - Program sertifikasi sektor perubahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) telah disepakati. Kesepakatan itu dicapai dalam

Cerita Kita,

Prabowo untuk Indonesia Raya

Oleh: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Kiai Kampung, Penulis Buku Prabowo untuk Indonesia Raya SAYA tertawa membaca sebuah meme yang sedang ramai