BONTANG, sanubari.co.id - Pupuk menjadi komoditas penentu kualitas hasil pertanian Indonesia. Salah satu perusahaan produksi pupuk paling dekat dengan masyarakat Indonesia adalah PT Pupuk Indonesia.
Di Bumi Etam produksi pupuk itu dikerjakan oleh PT Pupuk Kalimantan Timur.
Baca Juga: Pemkot Bontang Tinjau Pelabuhan Mamuju, Siapkan Rute Laut Baru Dongkrak Ekonomi
Untuk membantu produksi meningkatkan hasil pertanian dan perekonomian petani, disiapkan pupuk subsidi. Ratusan ribu ton pupuk subsidi ini sudah disalurkan kepada para petani secara nasional. Yakni jenis urea dan NPK.
Dari catatan PT Pupuk Kalimantan Timur, sepanjang 2024 saja, perusahaan tersebut sudah menyalurkan pupuk subsidi sebanyak 809.621 ton ke seluruh Tanah Air. Khusus wilaya Kaltim, pupuk urea tersalurkan sebanyak 10.149 ton dan NPK sebanyak 15.797 ton.
Sementara, mulai tahun ini, penyaluran pupuk subsidi ini semuanya melalui sistem distribusi terpusat. Dikoordinasi langsung oleh Pupuk Indonesia. Dalam skema ini, PT Pupuk Kaltim berperan sebagai produsen yang menjalankan penugasan produksi sesuai mandat holding.
“Seluruh pupuk yang diproduksi kemudian didistribusikan secara nasional. Termasuk ke Kalimantan Timur, sesuai alokasi pemerintah,” kata Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Anggono Wijaya, dalam rilisnya, Jumat 12 Desember 2025.
Ia menjelaskan, sepanjang tahun ini, PT Pupuk Kaltim mendapatkan penugasan memproduksi pupuk urea sebanyak 1.139.021 ton. Serta 370.742 ton NPK dan 147.798 ton NPK Kakao. “Target itu terselesaikan,” tegasnya.
Menurutnya, di Bumi Etam, para petani paling banyak menggunakan pupuk Urea dan NPK. Sebab, pupuk urea merupakan pupuk primer yang mengandung unsur hara penting untuk mendukung fase vegetatif tanaman.
Sementara NPK menyediakan nutrisi yang lebih lengkap untuk pertumbuhan dan peningkatan hasil panen. Sehingga pupuk itu mampu memaksimalkan produktivitas hasil pertanian di Kalimantan Timur.
Sehingga, ia menegaskan, perseroan memastikan pupuk tersebut selalu tersedia bagi petani. Untuk mewujudkannya, perseroan terus memacu produksi dan menjaga keandalan operasional pabrik.
Hingga 30 November 2025, total produksi perusahaan mencapai 6.202.169 ton. Terdiri dari 3.316.172 ton Urea, 301.751 ton NPK, dan 2.584.246 ton ammonia. “Pupuk Kaltim dapat berkontribusi dalam memastikan ketersediaan pupuk bagi petani,” tegasnya.
Baca Juga: Investasi Aset Digenjot, PT BES Bidik Laba Rp 5,2 Miliar Tahun Depan
Saat ini, PT Pupuk Kaltim juga menjalankan proyek strategis. Seperti revamping Pabrik Ammonia PKT-2. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan produksi. Melalui langkah ini, perseroan memastikan pasokan pupuk tetap terjaga.
Hal itu dilakukan guna mendukung program yang dicanangkan Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka, dalam menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Namun, ia mengungkapkan, dalam membantu petani menjaga ketahanan pangan di Kaltim, ada saja tantangan yang menghampiri. Misalnya perubahan iklim yang mempengaruhi pola tanam dan produktivitas lahan. Serta minimnya regenerasi petani. Sebab, minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian sangat menurun.
“Untuk menjawab tantangan tersebut, kami menjalankan program Agrosolution. Program itu mendorong praktik pertanian berkelanjutan. Yakni melalui pemanfaatan teknologi dan pendampingan intensif,” ucapnya.
Ia menjelaskan, program Agrosolution itu dirancang untuk menarik minat petani muda dengan memperkenalkan teknologi pertanian modern. Kemudahan akses pada permodalan dan program-program peningkatan kesejahteraan petani lainnya.
Baca Juga: Dari Panik ke Lega: Kisah Verawati Dapatkan Kembali Motornya yang Dicuri
Program itu juga untuk mendukung ketahanan pangan secara nasional. Termasuk di Kaltim. Melalui program ini, Pupuk Kaltim mendorong terwujudnya pertanian berkelanjutan. Melalui penyediaan pupuk, pendampingan budidaya, penerapan teknologi hingga akses permodalan. Tujuannya agar produktivitas pertanian meningkat secara menyeluruh.
“Hingga 13 Desember 2025, Agrosolution telah menjangkau 2.114 petani di Kalimantan Timur. Total 10.549 hektar lahan garapan. Program ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian rata-rata hingga 34 persen,” terangnya.
Program Agrosolution juga diterapkan di kawasan pertanian sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN). Sehingga, dapat memperkuat pasokan pangan lokal. Yakni melalui pendampingan budidaya, penyediaan pupuk dan penerapan teknologi pertanian modern.
“Di samping itu, Pupuk Kaltim menjalankan program Demonstration Plot (Demplot) di wilayah sekitar IKN. Termasuk di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara. Pada 2024, program ini berhasil meningkatkan hasil panen padi menjadi 6,9 ton per hektar, dibanding rata-rata sebelumnya sebesar 5 ton per hektar,” katanya lagi.
Ia membeberkan, melalui program Agrosolution dan Demplot, Pupuk Kaltim mendorong peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan regional di seputar kawasan IKN. (*)
Editor : Redaksi Sanubari