Jalur Laut Bontang-Mamuju Diprediksi Membawa Keuntungan 19 Persen

Pemkot Bontang Tinjau Pelabuhan Mamuju, Siapkan Rute Laut Baru Dongkrak Ekonomi

avatar Robby
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris (kanan) bersama Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Mamuju Capt Isa Amsyari (dua kanan) di pelabuhan Mamuju, Sulbar, Kamis 18 Desember 2025.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris (kanan) bersama Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Mamuju Capt Isa Amsyari (dua kanan) di pelabuhan Mamuju, Sulbar, Kamis 18 Desember 2025.

BONTANG, sanubari.co.id - Jalur laut Bontang-Mamuju akan segera terealisasi. Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris pun kini berkunjung ke Mamuju, Sulawesi Barat.

Mendatangi pelabuhan Mamuju. Tujuannya untuk melihat dan memastikan kondisi pelabuhan bisa disandari kapal dari Bontang.

Baca Juga: Proyek Infrastruktur di Bontang Dikebut, Akhir Tahun Selesai

Di pelabuhan Mamuju, Agus Haris sempat berdiskusi dengan Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana dan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Mamuju Capt Isa Amsyari. Mereka berdiskusi tentang spesifikasi pelabuhan dan potensi ekonomi.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, akses pelabuhan Bontang-Mamuju ini merupakan aspirasi masyarakat asal Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Sebab, tiga provinsi ini paling banyak merantau dan tinggal di Kota Taman.

“Hari ini saya datang ke sini untuk melihat kesiapan pelabuhan di sini. Saya tadi sudah mendengar penjelasan dari teman-teman pengelola dan saya melihat langsung. Ini sudah sangat siap,” katanya saat dihubungi sanubari.co.id, Kamis 18 Desember 2025.

Ia mengungkapkan, Kementerian Perhubungan pernah melakukan pengkajian terhadap jalur laut Bontang-Mamuju ini. Hasil kajian itu, ketika jalur laut ini diaktifkan, kedua daerah ini akan mengalami keuntungan sebesar 19 persen.

“Dengan kondisi itu, pastinya akan terbangun sirkulasi ekonomi yang baik. Antara Bontang dan Mamuju. Karena sirkulasi manusia terus bergerak. Begitu juga barang: hasil pertanian atau peternakan. Masyarakat juga pasti senang,” bebernya.

Menurutnya, usai pertemuan dan tinjauan ke pelabuhan itu, tahap selanjutnya adalah penandatanganan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

Baca Juga: Warga Bontang Antusias Berdonasi, Gerindra Kumpulkan Rp 30 Juta untuk Korban Bencana Alam di Sumatra

“Setelah surat kerjasama itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) mengeluarkan surat rekomendasi terkait keselamatan berlayar. Lalu, Kementerian Perhubungan memberikan penetapan. Semoga proses ini cepat selesai,” ucapnya.

Rencananya, jalur laut Bontang-Mamuju itu ditargetkan akan dioperasikan pada 2026. Saat ini, sejumlah pihak swasta telah menyatakan minat mengoperasikan rute tersebut. Seperti PT Global Indo dan ASDP dari Balikpapan. 

Namun, Pemkot Bontang menegaskan akan sangat selektif dalam menentukan operator. “Kami lihat mana yang paling menjanjikan. Yang utama aspek keselamatan, kondisi fisik kapal, kualitas pelayanan, dan kapasitas,” tegasnya.

Kapal yang dikaji memiliki kapasitas sekitar 300–500 penumpang berikut kendaraan. Jumlah yang dinilai ideal untuk tahap awal operasional. AH menekankan kehadiran rute ini menjadi bagian dari strategi besar penguatan ekonomi dan logistik Kota Bontang.

Baca Juga: Dari Panik ke Lega: Kisah Verawati Dapatkan Kembali Motornya yang Dicuri

Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana menambahkan, setelah tinjauan Pemkot Bontang ke Mamuju, mereka juga akan melakukan tinjauan ke pelabuhan Loktuan Bontang. Tentunya dengan tujuan yang sama.

“Jika akses ini aktif, ekonomi kedua daerah pastinya akan tumbuh pesat. Apalagi, saya memahami bahwa ada banyak warga kami yang tinggal di Bontang untuk mencari nafkah. Karena industri di Bontang cukup besar,” terangnya.

Ia pun menginginkan agar jalur laut Bontang-Mamuju itu segera terealisasi. Sehingga, mobilisasi masyarakat dan barang di dua daerah ini bisa bisa berjalan lancar. Selama ini, untuk ke Mamuju, dari Bontang harus melalui pelabuhan Pare-Pare, Sulsel terlebih dahulu. (*)

Berita Terbaru