SURABAYA, sanubari.co.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan energi bersih dan transisi energi. Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemprov Jatim aktif menyosialisasikan penggunaan green energy sebagai bagian dari dukungan terhadap target net zero emission 2060.
Kepala Dinas ESDM Jawa Timur Aris Mukiyono, yang diwakili Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) Rendy Herdijanto, mengatakan komitmen tersebut berbuah berbagai penghargaan sejak 2023.
Baca Juga: Dinas ESDM Jatim Dukung Sosialisasi Survei Seismik Laut 2D SE Java Pertamina Hulu Energi
“Pemprov Jatim meraih sejumlah penghargaan bergengsi di sektor energi pada 2023, 2024, hingga 2025. Capaian ini mencerminkan konsistensi pemerintah daerah dalam memperkuat kebijakan energi, mendorong konservasi dan efisiensi energi, serta mengakselerasi pemanfaatan EBT secara terukur dan berkelanjutan,” kata Rendy di Surabaya, Rabu, 17 Desember 2025.
Menurut Rendy, Jawa Timur menerapkan regulasi energi daerah yang progresif dan konsisten. Provinsi ini meraih Juara I kategori Daerah yang Melakukan Implementasi Kebijakan dan Regulasi Turunan Perda RUED Provinsi selama dua tahun berturut-turut, yakni 2023 dan 2024.
Penghargaan tersebut diberikan atas kecepatan dan konsistensi Pemprov Jatim dalam menerbitkan tujuh peraturan daerah terkait kebijakan energi.
Jawa Timur juga menjadi satu-satunya provinsi yang telah melakukan revisi review RUED, sebagaimana tertuang dalam Perda RUED Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2019.
Inisiatif Konservasi Energi
Dalam bidang konservasi energi, Pemprov Jatim meraih Juara I kategori Pemerintah Daerah Paling Aktif dalam Melakukan Inisiatif Manajemen dan Konservasi Energi pada 2023.
Komitmen ini diperkuat dengan raihan Juara I dalam lima kategori Anugerah Dewan Energi Nasional 2024, serta Juara I Penghargaan Efisiensi Energi Nasional (PEEN) Kementerian ESDM 2024 untuk kategori Gedung Baru.
Pemprov Jatim juga mendorong secara masif pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di gedung instansi pemerintah dan swasta, pondok pesantren, sekolah, UMKM, rumah sakit, lembaga, hingga sektor pertanian sebagai bagian dari strategi efisiensi energi lintas sektor.
“Sepanjang 2019 hingga 2024 telah terbangun 1.081 unit PLTS, baik PLTS Atap maupun PLTS Solar Home System (SHS),” ujar Rendy. Dari jumlah itu, sebanyak 1.011 unit PLTS SHS tersebar di Kabupaten Bondowoso, Situbondo, Pacitan, Pasuruan, dan Lumajang.
Pemasangan PLTS SHS tersebut, kata Rendy, merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam mewujudkan energi berkeadilan dan memperkuat ketahanan energi. Selain itu, telah dibangun 70 unit PLTS Atap dengan total kapasitas 725 kWp.
Sebanyak 45 unit di antaranya terpasang di pondok pesantren dengan kapasitas 305 kWp, dua unit di sekolah dengan kapasitas 10 kWp, sembilan unit di UMKM dengan kapasitas 9 kWp.
Lalu, sembilan unit di instansi pemerintah dengan kapasitas 295 kWp, serta lima unit di organisasi keagamaan dengan kapasitas 106 kWp.
Di tingkat nasional, Pemprov Jatim juga meraih Juara I kategori Daerah yang Berhasil Mengoptimalkan dan Memanfaatkan Potensi Energi Baru dan Terbarukan pada 2024.
Selain itu, Jawa Timur memperoleh Juara II kategori Daerah yang Berhasil Mendorong Transisi Energi dan Mengoptimalkan Pemanfaatan Potensi EBT pada 2023.
Penghargaan tersebut ditopang oleh optimalisasi potensi EBT Jawa Timur yang mencapai 1.788,19 megawatt pada 2024, dari total potensi EBT sebesar 188.410 megawatt.
Selain itu, penggunaan kendaraan listrik juga meningkat signifikan hingga 35.238 unit, yang didukung oleh keberadaan 232 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di berbagai wilayah.
Di bidang inovasi, Pemprov Jatim meraih Juara I Daerah dengan Inovasi Terbaik dalam Pengembangan Energi Terbarukan pada 2024, serta Juara II untuk kategori serupa pada 2023.
“Inovasi yang dinilai meliputi pengembangan instalasi gas rawa sebagai substitusi LPG, pemanfaatan refused derived fuel untuk cofiring, pembangunan PLTS Atap di pelabuhan ikan atau cold storage, serta penggunaan pompa air tenaga surya sebagai bagian dari transisi energi yang mendukung ketahanan pangan dan energi,” kata Rendy.
Baca Juga: Dinas ESDM Jatim Raih Penghargaan Subroto 2025 di Bidang Efisiensi Energi
Pemprov Jatim juga meraih Juara I kategori Daerah Terbaik dalam Pengelolaan Data Energi pada 2024, meningkat dari Juara III pada 2023.
Capaian ini didukung oleh keberadaan basis data energi daerah yang terintegrasi dan terus diperbarui sebagai rujukan utama perumusan kebijakan energi.
Pada kategori Daerah yang Berhasil Mendorong Transisi Energi, Jawa Timur meraih Juara II pada 2024. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemprov Jatim mengintegrasikan kebijakan transisi energi ke dalam perencanaan daerah.
Termasuk memperluas pemanfaatan EBT, mendorong efisiensi energi di sektor publik dan swasta, serta membangun ekosistem pendukung secara berkelanjutan.
Ke depan, Rendy menegaskan berbagai capaian tersebut bukan titik akhir. Pada 2025 dan seterusnya, Pemprov Jatim akan terus memperkuat transisi energi melalui peningkatan pemanfaatan EBT, penguatan kebijakan dan pengelolaan data energi, perluasan konservasi dan efisiensi energi lintas sektor, serta pengembangan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pada 2025, Pemprov Jatim telah menyalurkan 17 unit PLTS Atap dengan total kapasitas 128 kWp, yang terpasang di delapan sekolah, delapan pondok pesantren, dan satu instansi pemerintah. Selain itu, satu unit pompa air tenaga surya berkapasitas 2.200 watt juga telah dibangun sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan energi menuju net zero emission 2060,” ujarnya. (*)
Editor : Redaksi Sanubari