Investasi Aset PT BES 2025 Tumbuh 20 Persen

Investasi Aset Digenjot, PT BES Bidik Laba Rp 5,2 Miliar Tahun Depan

avatar Jay Verdade
Ilustrasi PT Borneo Etam Samudra (Sumber: AI)
Ilustrasi PT Borneo Etam Samudra (Sumber: AI)

BONTANG, sanubari.co.id - Pertumbuhan kinerja PT Borneo Etam Samudra (BES) menunjukkan tren positif 2 tahun terakhir. Grafik pertumbuhan laba dan aset perusahaan di bawah naungan PT Pupuk Kalimantan Timur ini terus tumbuh secara signifikan.

Direktur PT BES Gunawan Dwi Arifanto mengatakan, kenaikan secara laba perusahaan setiap tahun terlihat tidak signifikan. Namun di bawah kepemimpinannya, perseroan fokus mengembangkan pertumbuhan aset perusahaan untuk menangkap peluang bisnis di luar Lini 1 Bontang. 

Baca Juga: Totok Lusida: Tingkatkan Industri untuk Tarik Investor Properti ke Bontang

Yakni peningkatan unit alat angkut. Tujuannya, agar perusahaan dengan mudah mendapatkan pekerjaan di Lini 2 yakni di tingkat provinsi dan Lini 3 di seluruh kabupaten/kota.

Sebab, perusahaan yang berdiri sejak 2013 ini, fokus utamanya adalah jasa bongkar muat dan alat angkut darat. Usaha baru saat ini melayani pengiriman barang berupa pupuk subsidi dan non-subsidi milik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

“Untuk pekerjaan bongkar muat di pelabuhan PKT, kami hanya punya kuota 27,5 persen atau sekitar 300 ribu ton per tahun dari jumlah produksi pupuk PKT. Tapi, kami juga sudah merambah melayani pengiriman darat ke beberapa kabupaten/kota di Kaltim untuk penjualan FOT Lini 1 pupuk kantong,” katanya kepada sanubari.co.id Minggu 23 November 2025.

Karena itu, ia ingin laba dan pertumbuhan investasi aset harus naik berbarengan. Alhasil, secara data di atas kertas, menurutnya, laba perusahaan mengalami kenaikan tipis. Karena fokus pada investasi. “Jadi, laba dalam satu tahun yang kita dapat, kami ambil sedikit untuk membeli aset,” terangnya.

Ia menjelaskan, untuk laba bersih PT BES di 2024 sebesar Rp 4,6 miliar. Sementara hingga November 2025 ini, pertumbuhan laba perseroan tidak mengalami kenaikan signifikan. Namun prediksinya hingga akhir tahun nanti, terdapat kenaikan tipis sebesar 10 persen dari tahun lalu.

“Tapi kalau aset, tahun ini dibanding 2024, mengalami kenaikan sebesar 20 persen. Forklift saja kami tahun ini bertambah enam unit. Belum lagi fuso juga bertambah enam unit. Belum mobil sarana dua unit dan dump truk 4 unit. Serta beberapa unit alat berat lagi yang kami tambah tahun ini,” ungkapnya.

Penambahan aset inipun berdampak pada penambahan karyawan. Khususnya driver. Tahun ini, PT BES menambah dua belas orang driver. Rencananya, tahun depan, akan melakukan penambahan driver lagi dengan jumlah yang sama.

“Penambahan ini kan setelah kita melakukan penambahan unit baru itu. Nah, tahun depan, ada potensi untuk kami melakukan penambahan personel baru. Karena, kami berencana akan melakukan penambahan unit secara terus menerus seiring dengan pemenangan kontrak jasa angkutan darat,” ucapnya.

“Kan akan tumbuh bersamaan semua. Asetnya tumbuh. Jumlah sumber daya manusia (SDM)-nya tumbuh. Otomatis, omsetnya akan tumbuh. Karena, akan menjemput banyak potensi-potensi baru yang belum tersentuh,” katanya lagi.

Tahun depan, ia menargetkan laba bersih dari PT BES sebesar Rp 5,2 miliar. Tentunya itu diiringi dengan pertumbuhan investasi aset yang cukup tinggi. Tahun ini saja, perusahaan ini mencatatkan total aset sebesar Rp 27 miliar. Di 2026, target aset sebesar Rp 48 miliar.

“Karena proyeksi dengan investasi aset yang cukup besar itu, jumlah laba pasti mengalami kenaikkan. Belum lagi, kami melalui anak perusahaan: PT Bintang Ekspedisi Sarana, mendapatkan proyek baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan total kontrak Rp 15 miliar,” ungkapnya.

Dari proyek tersebut, PT BES kembali mendorong anak perusahaan mereka untuk mengembangkan aset mereka. Tujuannya, untuk memperlancar pekerjaan yang mereka dapatkan di Bumi Mojopahit.

“Di sana, PT Bintang Ekspedisi ini mendapatkan 162 rute untuk pengantaran di Jatim, Jateng dan DI Yogyakarta. Kami memang mendorong anak usaha kita untuk melakukan ekspansi keluar daerah,” ucapnya.

“Beberapa minggu lalu kami memenangkan kontrak angkutan darat pupuk subsidi di Sulawesi Selatan. Hal ini seiring dengan misi kami untuk mendukung program pemerintah dalam kelancaran distribusi pupuk bersubsidi,” tambahnya. (*)

Berita Terbaru