JAKARTA, sanubari.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi nasional. Kali ini, pemerintahan yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa ini meraih Be Award 2025 dari Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN).
Pemprov Jatim meraih penghargaan Be Award 2025 untuk kategori Instansi dengan Pemanfaatan Tanda Tangan Elektronik Paling Masif.
Baca Juga: Peluncuran Trans Jatim Malang Raya, Perluas Akses Transportasi Publik
Penghargaan diserahkan kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin. Dia hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Langen Sasono Budoyo, TMII, Jakarta, Kamis 20 November 2025.
Gubernur Khofifah menegaskan, capaian ini menjadi bukti bahwa Jatim konsisten menjadi pionir penerapan teknologi informasi dalam pemerintahan yang modern, efisien, akuntabel. Serta mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, aman, dan terpercaya.
“Penghargaan ini menegaskan komitmen Jatim dalam transformasi digital menuju tata kelola pemerintahan yang modern, efisien, dan akuntabel. Sekaligus memastikan pelayanan publik yang cepat, aman, dan terpercaya,” kata Khofifah di Surabaya, Sabtu 22 November 2025.
Penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus memaksimalkan penggunaan layanan sertifikat elektronik. Serta pemanfaatan tanda tangan elektronik. Khususnya di lingkungan pemerintah provinsi, universitas, dan badan usaha milik daerah (BUMD).
“Mari kita terus mendukung tata kelola pemerintahan digital yang terpercaya. Melalui pemanfaatan layanan sertifikasi elektronik,” ujarnya.
Baca Juga: Silaturahmi dengan Warga Jatim di Sultra, Khofifah Ajak Perkuat Jejaring Usaha Antarwilayah
Khofifah berharap penghargaan tersebut dapat semakin memperkuat posisi Jatim sebagai pionir penerapan teknologi informasi. Hal itu guna mendukung pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Khofifah menegaskan, sertifikat elektronik memegang peranan strategis dalam memastikan layanan publik terlindungi keamanan informasinya. Ancaman siber semakin kompleks. Sehingga memerlukan sinergi dan kolaborasi antar lembaga.
“Terima kasih atas Be Award 2025. Penghargaan ini memacu semangat bagi instansi pemerintah dan lembaga lainnya dalam mengimplementasikan sertifikat elektronik,” katanya.
Baca Juga: Pasar Murah Khofifah Diserbu Emak-Emak di Benowo
Sementara itu, Kepala BSSN Letnan Jenderal TNI Nugroho Sulistyo Budi menyampaikan, sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, seluruh instansi pemerintah harus bergerak semakin cepat, terintegrasi, dan aman dalam menghadirkan layanan publik yang modern, efisien, serta berorientasi pada pemerintahan digital.
Ia mengatakan transformasi digital sangat erat kaitannya dengan keamanan digital. Terutama terkait perlindungan data dan informasi, yaitu persandian atau kriptografi.
“Keamanan siber menjadi sangat penting. Tanpa sistem yang aman, informasi tidak akan berjalan dengan aman,” katanya. (*)
Editor : Redaksi Sanubari