Ayatollah Ali Khamenei Wafat Dalam Serangan Amerika Serikat

Sebelum Wafat Ali Sempat Memberi Pesan Kepada Keluarga, Begini Isinya...

sanubari.co.id
Ayatollah Ali Khamenei

Sanubari.co.id - Dunia semakin memanas. Serangan Amerika Serikat membuat pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia. Kabar itu pun membuka beberapa fakta lainnya. Salah satunya pidato terakhir Ali di hadapan keluarga.

Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia dalam serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat bersama sekutunya, Israel, di Teheran pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Baca juga: Operasi Militer Gabungan AS-Israel ke Teheran Tewaskan Ali Khameini

Sebelum media pemerintah Iran mengkonfirmasi kabar tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lebih dulu menyampaikan pernyataan mengenai kematian pemimpin tertinggi Iran itu.

Sejumlah media Iran sempat membantah informasi tersebut. Bahkan mereka menyatakan bahwa Ali Khamenei masih hidup. Serta telah dievakuasi ke lokasi yang aman. 

Namun, beberapa jam kemudian, CNN melaporkan telah menerima konfirmasi resmi dari media pemerintah Iran. Bahwa kabar wafatnya Ali Khamenei benar adanya.

Kabar ini menyelimuti Iran dengan suasana duka. Tak lama setelah konfirmasi resmi beredar, muncul narasi yang diklaim sebagai pidato Ali Khamenei kepada keluarganya.

Pidato itu unggahan oleh pemilik akun @IRIran_Military pada Minggu, 1 Maret 2026, berikut isi pidato yang disebut-sebut disampaikan Ali Khamenei:

“Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Di antara orang-orang yang beriman ada orang-orang yang menepati janji mereka kepada Allah. Ada sebagian di antara mereka yang telah menepati janji mereka dan sebagian lagi yang masih menunggu, dan mereka tidak berubah sedikitpun (Al-Qur’an 33:23).”

“Bangsa Iran telah sepenuhnya mempelajari pelajaran Islam dan Syiah. Mereka tahu apa yang harus dilakukan. Imam Husain (semoga kedamaian menyertainya) menyatakan, ‘Orang seperti saya tidak akan pernah berbaiat kepada orang seperti Yazid.’”

“Pada intinya, rakyat Iran mengatakan: bangsa seperti kita, dengan budaya ini, sejarah ini, dan ajaran-ajaran luhur ini, tidak akan pernah berbaiat kepada para pemimpin seperti tokoh-tokoh korup yang berkuasa di Amerika Serikat saat ini.”

“Izinkan saya mengatakan kepada Anda secara terbuka: setiap kali saya berpikir bahwa perang ini, kesyahidan ini, dan arena kehormatan serta pertumpahan darah ini mungkin akan berakhir.”

“Bahwa kita mungkin akan tetap ada hanya untuk suatu hari mati dengan cara biasa, mungkin karena kecelakaan, seperti yang dialami banyak orang, atau karena penyakit, demi Allah, hanya memikirkan hal itu saja sudah menimbulkan tekanan yang begitu besar di hati saya.”

“Kehilangan arena yang merupakan kontes untuk kehormatan abadi dan ilahi, perlombaan menuju Surga, lalu hanya mati dengan cara biasa; ini sangat sulit.”

“Semoga kematian kami seperti kematian anak-anak Anda; ini adalah doa yang muncul dari lubuk hati kami. Dan saya tidak percaya ada seorang pun yang benar-benar memahami realitas kematian seperti itu dan tidak merindukannya.”

Perkembangan situasi politik dan keamanan di Iran masih terus menjadi perhatian dunia internasional. Hingga kini, berbagai pihak menunggu langkah resmi pemerintah Iran terkait transisi kepemimpinan serta dampak lanjutan dari eskalasi konflik yang terjadi di Teheran. (*)

Editor : Redaksi Sanubari

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru