Usulan KEK Tembakau Madura Menguat

Gubernur Khofifah Siap Jadi Pengusul KEK Tembakau Madura

Reporter : Jay Verdade
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima usulan masyarakat Madura, Minggu, 8 Maret 2026.

PAMEKASAN, sanubari.co.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa siap mengusulkan secara resmi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura kepada pemerintah Republik Indonesia. Sekaligus memperjuangkan prosesnya hingga tuntas.

Komitmen itu disampaikan saat menerima surat bersama Bupati se-Madura. Serta naskah akademik KEK Tembakau Madura dalam pertemuan yang berlangsung setelah rangkaian kegiatan Haul Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan, Minggu, 8 Maret 2025.

Baca juga: Istighotsah JKSN di Surabaya, Kyai Asep Serukan Doa untuk Bangsa dan Stabilitas Global

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap mengambil peran aktif dalam mendorong percepatan pembangunan Madura. Pengembangan melalui skema kawasan ekonomi khusus.

“Saya paham kenapa ada keinginan KEK di Madura. Kami siap menjadi pengusul dan akan memperjuangkan ini sampai tuntas. Madura memiliki potensi yang sangat besar dan perlu didorong melalui kebijakan yang mampu mengakselerasi pembangunan kawasan,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, usulan KEK Tembakau Madura sejalan dengan semangat pembangunan inklusif yang selama ini menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Ini juga bagian dari upaya memastikan pembangunan berjalan adil dan merata. Seperti yang sering disampaikan Pak Wagub Emil, ‘no one left behind’. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dari proses pembangunan,” katanya.

Sebagai langkah awal, Khofifah menugaskan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak untuk menindaklanjuti usulan tersebut. Yakni melalui kajian lebih mendalam. Sekaligus menyiapkan seluruh kebutuhan teknokratis dan administratif.

“Saya minta Pak Wagub melakukan kajian lebih lanjut dan menyiapkan semua yang diperlukan. Agar proses pengusulan KEK Tembakau Madura dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Menurut Khofifah, pengembangan KEK di Madura tidak hanya berkaitan dengan penguatan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam melindungi sekaligus mentransformasikan struktur ekonomi wilayah.

“KEK ini penting sebagai bagian dari proteksi dan transformasi wilayah, agar potensi ekonomi Madura, terutama sektor tembakau dan industri turunannya, dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan siap menindaklanjuti arahan gubernur dengan melakukan kajian yang diperlukan. Menurutnya, usulan KEK Tembakau Madura memiliki dasar yang kuat. 

Baca juga: Khofifah Sulap Kawasan Kumuh Jadi Pemukiman Bersih dan Produktif

Karena didukung kajian akademik serta dukungan politik para bupati di Madura. “Kami akan menindaklanjuti arahan Ibu Gubernur dengan melakukan kajian lebih lanjut agar seluruh aspek yang dibutuhkan dalam pengusulan KEK dapat disiapkan secara matang,” ujarnya.

Ia menambahkan, KEK Tembakau Madura juga dapat menjadi instrumen penting untuk mendorong transformasi ekonomi kawasan.

“Konsep KEK ini tidak hanya berbicara tentang investasi, tetapi juga bagaimana membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan memberikan perlindungan terhadap ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut hadir pula Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan kawasan.

“Pembangunan ekonomi daerah membutuhkan stabilitas dan kolaborasi semua pihak. Jika unsur pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha bergerak bersama, maka program strategis seperti pengembangan kawasan ekonomi khusus akan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura dari Komunitas Muda Madura (Kamura), Subairi Muzakki, mengatakan penyerahan dokumen tersebut merupakan amanah masyarakat Madura. 

Baca juga: Khofifah Gelar Pasar Murah di Permukiman Warga Kota Pasuruan Jelang Ramadan

Sekaligus hasil konsolidasi para kepala daerah di wilayah tersebut. Selama ini Madura memiliki kontribusi besar dalam industri tembakau nasional. Namun nilai tambah ekonomi yang dinikmati masyarakat masih terbatas.

“Selama puluhan tahun Madura menjadi salah satu sentra utama produksi tembakau nasional. Namun nilai tambah industrinya banyak dinikmati di luar Madura,” ungkapnya.

“Melalui KEK Tembakau Madura, kami ingin membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi sehingga petani, pelaku usaha lokal, dan masyarakat Madura memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” katanya lagi.

Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi momentum penting bagi perjuangan masyarakat Madura untuk menghadirkan model pembangunan kawasan yang lebih adil dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, respon Ibu Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan seluruh pihak yang hadir sangat positif. Ini menjadi energi besar bagi masyarakat Madura untuk terus memperjuangkan lahirnya KEK Tembakau Madura sebagai jalan percepatan pembangunan kawasan,” katanya. (*)

Editor : Redaksi Sanubari

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru