Surabaya, sanubari.co.id - Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, mendukung kiai sepuh Nahdlatul Ulama, KH Nurul Huda Djazuli, untuk menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Ketua Umum Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) sekaligus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) ini menyampaikan dukungannya seusai bersilaturahmi langsung dengan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri tersebut.
Baca juga: Gus Lilur Tantang Empat Tokoh NU Ngaji Kitab di Muktamar
"Saya sudah sowan kepada Kiai Nurul Huda Djazuli. Beliau menyampaikan keprihatinan," kata Kiai Asep di Surabaya, Rabu. "Beliau menyampaikan kepada kami: kasihan Indonesia ini, kasihan Pak Prabowo."
NU Harus Kembali Dikendalikan Ulama
Kiai Asep menilai keprihatinan tersebut bersumber dari kondisi NU saat ini yang dinilainya mulai menjauh dari kendali para ulama. Padahal, ulama memiliki peran kunci dalam menjaga organisasi agar tetap menjadi penopang utama kehidupan berbangsa.
"Kita tidak punya apa-apa lagi kecuali NU. Namun NU-nya sudah tidak dikendalikan oleh para ulama. Ketika NU tidak lagi dikendalikan oleh para ulama, maka bukan lagi Nahdlatul Ulama," ujar Kiai Asep.
Baca juga: Gus Yahya Tinjau Arena Muktamar
Ia menekankan pentingnya mengembalikan marwah organisasi kepada jajaran ulama yang memiliki kapasitas keilmuan dan integritas moral. "Oleh karena itu, marilah Nahdlatul Ulama ini dikembalikan kepada para ulama sebagai pemiliknya," tuturnya.
Sosok Penyejuk dan Pengislah Internal
Dalam pandangannya, KH Nurul Huda Djazuli merupakan figur ulama yang memiliki bashirah atau kejernihan pandangan dalam melihat keumatan. Karakter ini dinilai sangat dibutuhkan untuk merangkul dan mendamaikan berbagai faksi di internal organisasi.
"Beliau adalah sosok figur penyejuk untuk kelompok-kelompok yang bertikai selama ini," kata Kiai Asep.
Baca juga: Menolak LPJ, Menyelamatkan Marwah NU
Ia berharap Kiai Nurul Huda berkenan mengemban amanat sebagai Rais Aam PBNU demi melakukan ishlah (perdamaian) dan membawa NU kembali ke khitahnya. Kiai Asep juga mengimbau seluruh warga NU untuk bersatu dan mendukung kepemimpinan yang berorientasi pada keteladanan ulama.
"Kita berdoa semoga beliau berkenan menjadi pengislah Nahdlatul Ulama, mengembalikan NU kepada para ulama, dan berkenan menjadi Rais Aam. Kita semua harus taslim (patuh) di atas pemikiran semacam ini," ucapnya. (*)
Editor : Michael Fredy Yacob