Penekanan Ketertiban Sidang hingga Kelakar Restu Mbah Wahab

Gus Yahya Tinjau Arena Muktamar

avatar sanubari.co.id
Gus Yahya saat meninjau langsung kesiapan arena Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Rabu, 26 Agustus 2026.
Gus Yahya saat meninjau langsung kesiapan arena Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Rabu, 26 Agustus 2026.

JOMBANG, sanubari.co.id — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), meninjau langsung kesiapan arena Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Rabu, 26 Agustus 2026.

Sebelum mengelilingi venue, Gus Yahya sowan ke Ndalem Kasepuhan KH Chasbullah yang kini ditempati Pengasuh PP Bahrul Ulum, KH Abdullah Rozaq.

Baca Juga: Menolak LPJ, Menyelamatkan Marwah NU

Di sela perbincangan hangat yang diselingi kelakar, Gus Yahya memberikan dua arahan teknis krusial untuk menjaga ketertiban persidangan. Pertama, ia meminta panitia memasang layar pemantau berukuran besar di setiap lokasi sidang.

"Harus ada layar besar yang memperlihatkan keberlangsungan persidangan, agar kelihatan baris mana yang ricuh atau kelompok mana yang rusuh," ujar Gus Yahya.

Kedua, ia menekankan pentingnya kedisiplinan penggunaan pengeras suara demi menjaga kekhidmatan musyawarah. "Disiplin mic itu penting. Jangan biarkan orang memegang mic sebelum dipersilakan oleh pimpinan sidang," tegasnya, yang langsung disetujui Kiai Rozaq.

Tak hanya urusan teknis, Gus Yahya juga mengapresiasi revitalisasi infrastruktur di area pesantren, termasuk menara yang kini berdiri megah. "Menara ini dipugar sampai menara aslinya malah menyesuaikan desain logo Muktamar," selorohnya disambut gelak tawa.

Baca Juga: Gus Lilur Minta Prabowo Cegah Intervensi NU

Kehadiran Gus Yahya di Tambakberas turut membawa kenangan spiritual. Ia optimistis helatan akbar ini mendapat restu dari Pendiri NU, KH A. Wahab Chasbullah. Momen ziarah ke makam Mbah Wahab pun tak luput dari cerita kocaknya.

"Saya kira Mbah Wahab yang menjadi wasilah Muktamar Tambakberas ini. Saya selalu bilang ke Mbah Wahab, beliau sudah pasrah ke Kiai Rozaq: 'Wis awakmu turu ae, wis ono Kiai Rozaq' (Sudah kamu tidur saja, sudah ada Kiai Rozaq)," ucapnya.

Ia juga mengenang interaksi unik saat berziarah di tengah peziarah dari berbagai daerah. "Pernah ada warga Pati berbisik, menitipkan Gus Rozin sebagai jalan tengah kalau ada kerusuhan. Lah, ditunggui Mbah Wahab kok ya mau rusuh," tuturnya.

Baca Juga: Menimbang Rais Aam Menjelang Muktamar Ke-35

Suasana silaturahmi ditutup dengan ingatan dialog bersama almarhum KH Amanullah (Anggota DPR RI 1999–2004) tentang dinamika khas warga lokal. "Orang Jombang yang di Jakarta saja ruwet, apalagi yang tinggal di Jombang," ujar Gus Yahya menirukan almarhum Kiai Amanullah, diiringi tawa hadirin.

Kunjungan ini mempertegas kesiapan teknis sekaligus kesiapan spiritual Jam'iyah Nahdlatul Ulama dalam menyambut helatan akbar Muktamar di Jombang.

Berita Terbaru