Kebakaran terus meluas hingga ke beberapa daerah

Puncak Kemarau Picu Kebakaran Hutan dan Lahan di Papua

avatar Robby
Kebakaran hutan dan lahan (BPBD)
Kebakaran hutan dan lahan (BPBD)

Papua, sanubari.co.id Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam sejumlah wilayah di Tanah Papua seiring datangnya puncak musim kemarau. Pemantauan BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan lonjakan titik panas (hotspot) yang signifikan di beberapa daerah, dengan tingkat kerawanan tinggi terpantau di Kabupaten Nabire (Papua Tengah) dan Kota Sorong (Papua Barat Daya).

Di Kabupaten Nabire, terdeteksi lebih dari 500 titik panas dengan konsentrasi terbanyak berada di wilayah perbukitan serta kawasan vegetasi kering. Sementara di Kota Sorong, setidaknya terjadi 21 kejadian karhutla yang menghanguskan lebih dari 44,5 hektare lahan vegetasi dan semak belukar.

Penyebab utama meluasnya karhutla dipicu oleh fenomena cuaca kering ekstrem yang disertai angin kencang. Namun, faktor aktivitas manusia menjadi pemicu dominan di lapangan. Praktik pembakaran lahan untuk pembukaan lahan pertanian, pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan, serta potensi kesengajaan oknum tertentu mempercepat penyebaran lidah api di atas vegetasi yang mengering.

Guna menanggulangi krisis ini, BPBD bersama Satuan TNI, Polri, Denzipur, Manggala Agni, serta relawan masyarakat melakukan pemadaman. Selain menyemprotkan air menggunakan armada tangki pemadam, petugas di lapangan memfokuskan strategi pada pembuatan sekat bakar (firebreak) untuk memutus jalur api agar tidak mendekati kawasan pemukiman warga. Meski begitu, upaya pemadaman kerap terkendala medan perbukitan yang terjal dan minimnya pasokan air di lokasi kejadian.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga telah menggelar rapat koordinasi darurat lintas sektor bersama BMKG, Dinas Kehutanan, dan Kepolisian guna mematangkan langkah penanganan. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Papua Tengah, Silwanus Soemoele, menegaskan percepatan tanggap darurat menjadi fokus utama saat ini.

"Rapat ini untuk memastikan langkah-langkah cepat apa yang akan kita lakukan. Tim sudah mengidentifikasi masalah-masalah yang kita hadapi dan sudah ada langkah-langkah solutif yang akan dilakukan. Mengingat prediksi puncak kemarau berlangsung hingga September, seluruh potensi armada dan personel dikerahkan secara optimal," jelas Silwanus.

Selain operasi pemadaman, BPBD mengimbau masyarakat untuk menghentikan total aktivitas pembakaran lahan serta segera melaporkan kemunculan titik asap sekecil apa pun guna mencegah dampak bencana ekologis yang lebih parah.

Berita Terbaru

Serba Serbi,

Emil Dardak Daftar Ketua Demokrat

SURABAYA, sanubari.co.id - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, resmi mendaftarkan diri kembali sebagai calon ketua DPD Partai Demokrat Jawa