Jakarta, sanubari.co.id — Kasus beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai label terus bergulir. Setelah pengumuman uji laboratorium terhadap beberapa merk beras fortifikasi yang beredar di pasaran jadi polemik, kini ditemukan juga dugaan pemalsuan izin edar, izin edar yang tak berlaku, dan overclaim pada kemasan.
Persoalan berikutnya adalah soal harga. Biaya fortifikasi diperkirakan sekitar Rp1.000 per kilogram, sehingga harga wajar berkisar Rp13.500. Namun nyatanya beras tersebut dijual rata-rata Rp23.385 per kilogram. Bahkan ada yang mencapai Rp57.600 per kilogram. Potensi kerugian konsumen pun ditaksir mencapai Rp89 triliun.
"Jangan mengambil keuntungan sebesar-besarnya di atas penderitaan rakyat. Contoh, kemarin ada beras fortifikasi, mengambil keuntungan Rp 40.000 satu kilo. Ini tidak benar dan itu pun bukan fortifikasi. Sudah palsu, dijual mahal," ujar Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pada 19 September 2026.
Tidak hanya bicara, Amran mengaku telah mengomunikasikan kasus ini kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Ini karena masalah beras akan menyangkut hampir seluruh penduduk Indonesia.
Pemerintah telah mengirim surat teguran kepada para produen. Sebagai respon, seluruh merek beras yang bermasalah telah dihentikan produksinya. Bahkan ada yang sudah menarik seluruh stok dari peredaran.
Meski ada penarikan, pihak Bapanas memastikan stok beras di pasaran tidak teganggu. Masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya kelangkaan beras atau kenaikan harga.
Kasus ini sekarang masuk jalur hukum. Satgas Pangan Bareskrim Polri telah melakukan asesmen dan akan menelusuri rantai distribusinya. Menurut Deputi Bapanas Hermawan, dari 25 merk yang bermasalah, baru 15 merek sudah menjalani asesmen. Soal kemungkinan jadi perkara pidana, ia masih menunggu proses elesai.
"Belum, ini baru assessment kan dengan Bareskrim," ujarnya.
Sebagai informai, Beras fortifikasi adalah beras putih biasa yang dicampur dengan butiran khusus yang mengandung vitamin dan mineral (seperti zat besi, seng, dan asam folat) untuk meningkatkan kandungan nutrisinya. Istilah "beras fortifikasi palsu" bukan berarti berasnya palsu. Masalahnya ada pada klaim fortifikasi yang tidak sesuai label.
Berikut daftar yang dilaporkan dalam pemberitaan berdasarkan paparan pemerintah:
1. Idola Fortifikasi
2. Idola High Quality Whole Grain Rice
3. Idola Long Grain Rice
4. Ikan Mas Cupang
5. AAA Wijaya Kusuma
6. Cantik Manis
7. Penari Bangkok
8. Topi Koki Short Grain
9. Topi Koki Setra Royale
10. Topi Koki Long Grain Crystal
11. HOK-1 Gohan
12. Maknyuss Pulen Gizi
13. Anak Raja Fortifikasi
14. Anak Raja Nusantara
15. Top Anak Raja
16. PMS Induk Ayam
17. Sumo
18. Rasvit
19. FS Nutri Rice
20. Pelikan
21. Rice Rojolele
22. Super Kepala Beras Premium 111
23. 111 Golden Number
24. Putri Koki
25. Wellfarm Beras Diabet
Editor : Robby