Rodrigo Duterte memiliki masalah kesehatan dan masalah mental yang serius

Hadir di Mahkaman Kriminal Internasional, Kesehatan Rodrigo Duterte Tanda tanya

avatar Robby
Mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, di hadapan Dewan Hakim Mahkamah Internasional. (AP)
Mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, di hadapan Dewan Hakim Mahkamah Internasional. (AP)

Den Haag, sanubari.co.id Setelah lama ditunggu-tunggu, mantan presiden Filipina, Rodrigo Duterte, hadir di depan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) pada 16 September 2026. Ini pertama kalinya mantan Presiden Filipina tersebut tampil di muka publik dalam 18 bulan terakhir.

Dengan mengenakan setelan jas hitam dan kemeja putih, Duterte tersenyum dan melambaikan tangan kepada para pendukungnya. Ia tidak mengucapkan sepatah katapun selama mahkamah membahas kondisi kesehatannya, pengungkapan bukti, serta jadwal persidangan.

Pengacara Duterte menjelaskan bahwa kliennya memiliki masalah ingatan yang serius. Akibatnya, Duterte sulit memahami suatu percakapan atau mengingat sesuatu di masa lalu dengan baik. Bahkan kesulitan memberi arahan pada pengacaranya.

Kondisi inilah yang menjadi salah satu pertimbangan hakim untuk menentukan dimulainya jadwal persidangan. Hakim Ketua, Joanna Korner, lantas sempat mengingatkan agar pria berusia 81 tahun itu tetap menghadiri sidang bila tidak ada masalah medis yang serius.

Mahkamah sebenarnya telah memerintahkan pemeriksaan medis oleh tiga dokter spesialis. Hasil pemeriksaan itu belum dipublikasikan. Namun, menurut kantor berita AFP, tim pembela melaporkan bahwa Duterte meyakini dirinya masih hidup pada 2007 atau 2008, mengira usianya 84 atau 85 tahun, serta tidak mampu mengingat nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Keluarga korban saat menonton persidangan Rodrigo Duterte. (Reuters)Keluarga korban saat menonton persidangan Rodrigo Duterte. (Reuters)

Lembaga Hak Azasi Manusia Internasional (IHRW) menyatakan persidangan Duterte sangat penting. Terutama untuk memberikan keadilan bagi para korban serta keluarga korban.

"Duterte keliru mengira dirinya tak tersntuh hukum. Persidangan di ICC ini mencerminkan tekad para korban dan keluarga mereka untuk memperjuangkan keadilan, terlepas dari segala hambatan dan bahaya yang menghadang," kata Maria Elena Vignoli, penasihat senior IHRW.

Terlepas dari kondisi kesehatannya, jaksa tetap memerintahkan penahanan Duterte karena jadwal persidangannya telah ditetapkan pada 30 Nivember 2026 mendatang. Selain itu, ada kekhawatiran Duterte akan melarikan diri sehingga membahayakan mereka yang akan menjadi saksi melawannya di pengadilan.

Rodrigo Duterte (kiri, memegang senjata) saat menjadi Walikota Davao. (Reuters)Rodrigo Duterte (kiri, memegang senjata) saat menjadi Walikota Davao. (Reuters)

Duterte diajukan ke ICC atas dakwaan pelanggaran berat terhadap hak azasi manusia. Semasa menjabat sebagai Presiden Filipina, ia mengeluarkan kebijakan keras untuk memerangi peredaran narkotika yang menimbulkan banyak korban jiwa. Namun penyelidikan juga menyasar berbagai tindak kriminal yang terjadi semasa dirinya menjadi walikota Davao. Ia dianggap ada di balik banyak kasus pembunuhan yang terjadi saat itu. 

Berita Terbaru