Pemerintah Segera Rehabilitasi Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera

Reporter : Robby
Sekolah rusak terkena bencana alam. (ist)

Jakarta, sanubari.co.id Pemerintah terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi 4.922 sekolah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program pemulihan tersebut menjadi bagian dari penanganan pascabencana yang kini memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk memperbaiki ribuan sekolah tersebut. Dana berasal dari anggaran reguler Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta tambahan dari Kementerian Keuangan.

"Beliau (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti) menggunakan anggaran dari reguler ditambah dengan dari Kementerian Keuangan tambahan, yang totalnya lebih kurang Rp5 triliun. Dan itu digunakan untuk melakukan rehab dan rekon 4.922 sekolah di tiga provinsi," kata Tito.

Menurut data pemerintah hingga 22 September, seluruh 4.922 sekolah terdampak telah kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran. Sebanyak 4.821 sekolah sudah kembali menggunakan gedung asal. Sementara 99 sekolah masih menggunakan ruang kelas darurat dan dua sekolah masih menumpang di bangunan lain.

Meski kegiatan belajar telah kembali berjalan, pekerjaan fisik belum seluruhnya selesai. Tito menyebut terdapat sekolah yang progres rehabilitasinya telah mencapai 70 hingga 99 persen, sementara 616 sekolah masih berada di bawah 50 persen.

Pemerintah juga mengidentifikasi 97 sekolah yang harus direlokasi karena lokasi sebelumnya terdampak longsor, banjir, kehilangan tanah, atau berada di kawasan rawan bencana.

"Ini perlu ada koordinasi dengan pemda untuk pengadaan tanahnya, juga akses jalan menuju sekolah. Ini juga perlu diperbaiki," ujar Tito.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan pemulihan tidak hanya mencakup pembangunan fisik. Pemerintah juga menyiapkan sarana pembelajaran, buku, peralatan sekolah, dukungan bagi guru dan tenaga kependidikan, serta bantuan agar kegiatan belajar tetap berlangsung.

Hingga kini, dukungan anggaran pemulihan pendidikan di tiga provinsi tersebut mencapai sekitar Rp5,6 triliun. Anggaran digunakan antara lain untuk revitalisasi sekolah, ruang kelas darurat, sarana pendidikan, dukungan psikososial, kesiapsiagaan bencana, serta bantuan bagi siswa dan tenaga kependidikan terdampak.

Proses rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan bertahap dalam waktu tiga tahun. Percepatan tetap dilakukan agar siswa dapat kembali belajar dalam fasilitas yang aman dan layak, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ruang belajar sementara.

Editor : Robby

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru