Jepang, sanubari.co.id - Peta persaingan calon Presiden FIFA dipastikan memanas. Kozo Tashima, Presiden Kehormatan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA), secara resmi mendeklarasikan diri untuk maju sebagai kandidat dalam pemilihan Presiden FIFA pada Kongres FIFA ke-77 di Rabat, Maroko, bulan Maret tahun depan.
Langkah berani Tashima menarik perhatian pengamat sepak bola global karena ia bakal berhadapan langsung dengan petahana, Gianni Infantino, yang memiliki rekam jejak yang sangat matang di dunia si kulit bundar.
Baca Juga: Darurat GP Qatar: Panitia Siapkan Shelter Internal untuk Tim dan Pembalap
Sebelum mendedikasikan diri di ranah administratif, Tashima sempat berkarier sebagai pemain profesional dengan mengoleksi tujuh penampilan (caps) bersama tim nasional Jepang serta memperkuat klub era Japan Soccer League, Furukawa Electric, pada tahun 1980-an. Pengalamannya semakin lengkap setelah ia beralih profesi menjadi juru taktik, termasuk pernah memimpin skuad Jepang U-17 berlaga di ajang Piala Dunia U-17 2001.
Di kursi kepemimpinan organisasi, Tashima pernah memegang kendali penuh sebagai Presiden JFA selama delapan tahun hingga akhirnya menyerahkan tongkat estafet kepengurusan kepada Tsuneyasu Miyamoto pada 2024.
Berbekal pengalaman panjang tersebut, Tashima berkeinginan untuk memperkenalkan kultur tata kelola sepak bola Asia yang berfokus pada kedisiplinan, moralitas, dan transparansi ke panggung internasional.
"Ini bukan tentang menang atau kalah, melainkan menyampaikan kepada dunia sikap jujur, sehat, dan berintegritas yang telah dibangun sepak bola Jepang," ungkap Tashima kepada media asal Jepang, Sports Nippon.
Baca Juga: Berburu Hasil Positif, PSIM Yogyakarta Resmikan Risto Vidakovic Jadi Pelatih
Ia menilai bahwa organisasi sebesar FIFA memerlukan landasan etika yang kuat agar senantiasa dipercaya oleh publik pencinta sepak bola lintas benua.
"FIFA membutuhkan nilai-nilai yang selama ini kami jaga. Saya memutuskan maju untuk menyampaikan hal tersebut kepada dunia," lanjutnya.
Meski demikian, jalan menuju bursa pemilihan resmi tidaklah mudah. Berdasarkan regulasi, setiap bakal calon presiden wajib mengantongi dukungan tertulis minimal dari lima asosiasi anggota dari total 211 negara yang bernaung di bawah FIFA.
Baca Juga: Harry Kane Raih Ballon d'Or, Puasa Gelar Inggris 25 Tahun Berakhir
Selain Tashima, bursa pemilihan kali ini juga diramaikan oleh mantan pemain Tottenham Hotspur asal Swiss, Ramon Vega, yang turut menyatakan ambisinya melakukan reformasi tata kelola.
Kehadiran para figur alternatif ini diyakini bakal membawa warna baru serta dialektika yang sehat demi masa depan sepak bola dunia yang lebih akuntabel.
Editor : Robby