Broken Home Jadi Pemicu Anak Gunakan Narkotika di Bontang

Keluarga Tak Harmonis Jadi Akar Penyalahgunaan Narkotika

avatar Jay Verdade
Kepala BNNK Bontang Lulyana Ramdani saat menjadi pemateri di rakor PKK Bontang, beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumen BNNK Bontang)
Kepala BNNK Bontang Lulyana Ramdani saat menjadi pemateri di rakor PKK Bontang, beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumen BNNK Bontang)

BONTANG, sanubari.co.id - Kondisi keluarga menjadi salah satu penyebab anak menggunakan narkotika. Dari 32 orang penyalahguna narkotika jenis sabu di Kota Taman, beberapa orang diantaranya adalah anak di bawah umur atau statusnya masih pelajar. Walau angkanya masih di bawah lima orang.

“Saat kami tanya alasan menggunakan narkotika, semuanya menjawab karena permasalahan keluarga. Orang tuanya sering bertengkar. Ada yang cerai dan permasalahan lainnya,” kata Kepala BNNK Bontang Lulyana Ramdani, Sabtu 1 November 2025.

Baca Juga: Sinergi GAMKI dan Polres Dairi: Lawan Narkoba dan Lindungi Generasi Muda

Bahkan, di kalangan pengguna dewasa pun, alasan dulu mereka menggunakan narkotika, selain karena ekonomi, karena keluarganya juga. Ada yang memang dari keluarga broken home. Karena itu, ia menilai, pencegahan harus dari keluarga.

“Ketika keluarganya utuh. Saling peduli. Saling memahami. Saya rasa, tidak ada alasan mereka mau menggunakan narkotika. Ketika diajak teman misalnya, anak pasti bertanya dulu kepada orang tua. Jadi, orang tua itu bisa jadi teman,” ucapnya.

Karena itu, BNNK Bontang mencoba untuk berkolaborasi dengan PKK Bontang. Tujuannya untuk mengumpulkan ibu-ibu di Kota Taman. Sehingga, edukasi untuk penguatan keluarga ini bisa dilakukan. Harapannya, penyalahgunaan narkotika ini bisa dibasmi.

Baca Juga: Optimalisasi Program Prioritas untuk Pemerataan Kesejahteraan: Arahan Gubernur Jawa Timur

“Alhamdulillah, respon ketua PKK Bontang Nur Kalbi bagus. Saat rakor PKK kemarin, mereka mengundang kami sebagai pembicara. Jadi, kami paparkan semua fenomena yang terjadi di Bontang,” terangnya.

Selain karena masalah keharmonisan keluarga, fenomena yang terjadi di Bontang adalah keluarga pengedar narkotika. Suami dan istri dari keluarga tersebut sama-sama menjual narkoba. Anak pun ikut-ikut merasakan atau mencoba untuk menggunakan narkotika itu.

“Kondisi itu ada di Bontang. Bapaknya dipenjara karena menggunakan dan menjadi pengedar narkotika. Anaknya juga ternyata menggunakan. Bukan karena gen loh ya. Tetapi, memang karena lingkungannya. Termasuk orang tua,” ucapnya.

Ia juga menilai, untuk menjaga anak dari penyalahgunaan narkotika, harus melibatkan kedua orang tua. “Selama ini yang terlibat hanya ibu saja. Sementara ayahnya fokus untuk mencari uang. Padahal, itu salah. Harus keduanya yang terlibat,” tegasnya.

Apalagi dengan perkembangan teknologi yang cukup pesat saat ini. Sehingga, peran kedua orang tua sangat diperlukan untuk menjadi penguatan pendidikan anak. “Informasi dalam handphone anak jika tidak diawasi bisa bablas. Judi online saja sudah banyak. Apalagi peredaran narkotika,” tegasnya. (*)

Berita Terbaru