Di Balik Peringatan Natal

Sejarah Natal: Dari Kelahiran Yesus hingga Tradisi Global 25 Desember

avatar Robby
Ilustrasi natal. (Foto: AI)
Ilustrasi natal. (Foto: AI)

Sanubari.co.id - Pekan depan umat kristiani akan memperingati hari raya natal. Tepatnya pada 25 Desember 2025. Namun sebagian besar umat kristiani belum mengetahui sejarah peringatan natal itu. Hanya mengetahui bahwa itu adalah momen kelahiran Yesus Kristus.

Lantas seperti apa sejarah natal. Serta kenapa perayaan natal selalu diperingati konsisten setiap 25 Desember. Artikel ini akan sedikit mengulas sejarah dibalik perayaan natal tersebut dari berbagai sumber.

Kisah Natal berasal dari Injil Santo Lukas dan Santo Matius dalam Perjanjian Baru. Menurut Lukas, seorang malaikat memunculkan diri kepada para gembala di luar kota Betlehem. Malaikat itu mengabari tentang lahirnya Yesus. 

Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para majus, mengikuti bintang terang yang menunjukkan kepada mereka di mana bayi Yesus itu berada.

Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun 336 sesudah Masehi pada kalender Romawi kuno. Yaitu pada 25 Desember. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan Kristen) pada saat itu. 

Sebagai bagian dari perayaan tersebut, masyarakat menyiapkan makanan khusus. Mereka juga menghiasi rumah mereka dengan daun-daunan hijau, menyanyi bersama dan tukar-menukar hadiah. 

Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir 300-an Masehi, agama Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi.

Pada tahun 1100 Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di Eropa. Di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. 

Hari Natal semakin tenar. Hingga masa Reformasi, menjadi suatu gerakan keagamaan pada tahun 1500-an. Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir. Sebab mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah. 

Pada tahun 1600-an, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di Inggris. Serta di banyak koloni Inggris di Amerika. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado. Tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula.

Pada tahun 1800-an, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal. Yaitu menghias pohon Natal dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. 

Di Amerika Serikat, Santa Claus (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun 1900-an, perayaan Natal menjadi semakin penting untuk berbagai bisnis.

Dalam bahasa Inggris, kata Christmas (Hari Natal) dipastikan berasal dari kata Cristes maesse. Yakni frasa dalam bahasa Inggris yang berarti Mass of Christ (Misa Kristus).

Kadang-kadang kata Christmas disingkat menjadi Xmas. Dalam bahasa Yunani, X adalah kata pertama dalam nama Kristus (Christos). Huruf ini sering digunakan sebagai simbol suci. 

Tradisi Natal diawali oleh Gereja Kristen terdahulu untuk memperingati sukacita kehadiran Juruselamat "Mesias" di dunia. Sampai hari ini, Hari Raya Natal adalah hari raya umat Kristen di dunia untuk memperingati hari kelahiran "Raja Damai" Yesus Kristus. 

Secara tarikh, tidak ada tanggal berapa tepatnya hari lahir Kristus. Tetapi kalender masehi telah menetapkan tanggal memperingati/merayakan Hari Natal pada 25 Desember. Pada hari itu, gereja kemudian mengadakan ibadah perayaan keagamaan khusus. 

Selama masa Natal, umat Kristen mengekspresikan cinta-kasih dan sukacita mereka dengan bertukar kado dan menghiasi rumah mereka dengan daun holly, mistletoe dan pohon Natal.

Malam Natal

Pada awalnya malam Natal adalah hari raya keagamaan Umat Katolik. Hari tersebut ditetapkan sebagai hari libur resmi. Gereja-gereja mengadakan perayaan pada malam itu. 

Mereka mengadakan prosesi keagamaan di gua Natal (replika dari kandang domba tempat Yesus Kristus lahir. Gua itu dihiasi dengan dengan patung-patung tokoh Yesus, Mariam, Yusuf, para gembala) sambil menyanyikan lagu-lagu Natal.

Di Eropa, konon ada tradisi tersendiri dalam perayaan Natal. Orang-orang dewasa minum eggnog, semacam susu telur madu, yaitu campuran krim, susu, gula, telur kocok dan brandy (semacam minuman beralkohol) atau rum. 

Konon, pada malam Natal, Santa Claus menaiki kereta salju penuh hadiah. Ditarik oleh delapan ekor rusa kutub. Santa Claus lalu terbang menembus awan untuk mengantarkan hadiah-hadiah itu kepada anak-anak di seluruh dunia. 

Untuk mempersiapkan kunjungan Santa, anak-anak mendengarkan orang tuanya membacakan The Night Before Christmas (Malam Sebelum Natal) sebelum tidur pada Malam Natal. Puisi tersebut dikarang oleh Clement Moore pada tahun 1832. 

Konon, para anak-anak menggantungkan stocking atau kaus kaki besar di atas perapian. Santa turun dari cerobong asap dan meninggalkan permen dan hadiah-hadiah dalam kaus kaki itu untuk anak-anak. Kini, tradisi itu tetap diteruskan. Tetapi kaus kakinya digantikan oleh tas kain merah berbentuk kaus kaki. (*)

Berita Terbaru