BANTEN, sanubari.co.id - Satu lagi perusahaan besar di Indonesia gulung tikar. Kabar terbaru datang PT Krakatau Osaka Steel (KOS), perusahaan patungan (joint venture) antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Osaka Steel Co., Ltd., yang secara resmi menghentikan seluruh operasional produksinya per 30 April 2026. Setelah ini, seluruh aktivitas bisnis akan berhenti total pada Juni 2026 mendatang.
Keputusan pahit ini diambil setelah rapat Dewan Direksi pada 23 Januari 2026. PT KOS, yang mulai beroperasi komersial sejak 2017 dengan nilai investasi mencapai US$220 juta, harus menyerah pada kondisi pasar yang tidak menguntungkan.
Penyebab utama adalah membanjirnya produk baja asal China ke pasar domestik serta overcapacity baja di tingkat global. Produsen baja global, khususnya dari China, memang dikenal memiliki keunggulan dari sisi skala produksi dan efisiensi biaya. Dengan demikian mampu menawarkan harga yang lebih kompetitif di pasar internasional, termasuk Indonesia. Akibatnya harga jual produk PT KOS tidak kompetitif. Di sisi lain, perusahaan ternyata telah mengalami kerugian sejak tahun 2022 dengan nilai yang signifikan.
Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian, menyatakan bahwa keputusan penutupan PT KOS murni diambil karena pertimbangan ekonomi yang sudah tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.
"Memang ada instruksi dari pusat (Osaka Steel) bahwa mereka tidak bisa lagi bersaing dan mengalami kesulitan keuangan yang serius. Jadi, mereka akhirnya memutuskan untuk menutup operasional guna menghindari kerugian yang lebih dalam," kata Faisol Riza.
Sementara itu, Febri Hendri Antoni Arief, Juru Bicara Kemenperin, menekankan perlunya evaluasi kebijakan proteksi industri.
"Kami akan melakukan kajian secara komprehensif guna merumuskan strategi yang lebih efektif, termasuk penguatan kebijakan SNI wajib dan pengendalian impor, untuk menjaga keberlanjutan industri baja nasional yang saat ini terjepit," jelasnya.
Editor : Robby