ISTAMBUL, sanubari.co.id - Kota Istambul, Turki, kembali menggelar pameran industri pertahanan, kedirgantaraan, dan luar angkasa. Pameran yang bertajuk SAHA Expo 2026 ini berlangsung di Istambul Expo Center pada 5-9 Mei 2026 ini menampilkan inovasi teknologi pertahanan terkini dari berbagai negara.
Tidak hanya menjadi peserta, Indonesia di event ini ternyata melakukan langkah mengejutkan dengan menandatangani kontrak pembelian drone tempur (Unmanned Combat Aerial Vehicle) stealth Bayraktar Kizilelma. Penandatanganan dilakukan oleh CEO Baykar Technology, Haluk Bayraktar, dan Chairman Republikorp Indonesia, Norman Joseph.
Baca Juga: Redmi Pad 2 9.7 Resmi Dijual di Indonesia, Tablet Ringkas untuk Belajar dan Hiburan
Dikutip dari defenceturkey.com, kontrak menyatakan Indonesia membeli satu skadron yang terdiri dari 12 unit Bayraktar Kizilelma. Drone-drone tersebut dijadwalkan serah terima pada tahun 2028. Kemudian Indonesia akan membeli empat skuadron lagi, sehingga total menjadi 60 drone.
Selain pembelian drone oleh Indonesia, kontrak juga menyebut Turki akan membangun pusat produksi dan pemeliharaan drone Bayraktar Kizilelma di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia akan memiliki kemampuan membangun teknologi drone tempur di dalam negeri.
Baca Juga: Panggung Esports Kian Dekat, POCO Tawarkan Perangkat Ekstrem di Festival 12.12
"Bersama Baykar, kami membangun ekosistem aerospace dan unmanned systems yang berkelanjutan, mulai dari produksi, maintenance, pengembangan SDM, hingga riset teknologi masa depan,” kata Chairman Republikorp Group Norman Joesoef pada hari Rabu, 6 Mei 2926.
Bayraktar Kizilelma memiliki berat lepas landas maksimum (MTOW) sebesar 6.000 kg dengan kapasitas muatan senjata mencapai 1.500 kg. Secara teknis, drone tercanggih milik Turki ini mampu terbang hingga ketinggian 35.000 kaki, memiliki daya jelajah hingga 500 mil laut, waktu operasional mencapai 5 jam, serta kecepatan maksimum 0,9 Mach. Dengan semua keunggulan itu, ditambah adanya radar AESA, Kizilelma sangat cocok menjalankan misi serangan udara-ke-darat, supresi pertahanan udara lawan (SEAD), hingga pertempuran udara-ke-udara secara otonom.
Baca Juga: Hetifah Dorong Peningkatan Kapasitas Guru dalam Pemanfaatan Teknologi Digital
Kontrak kerjasama ini menandai dimulainya babak baru hubungan Indonesia dengan Turki dalam bidang pertahanan. Sementara bagi negara-negara di kawasan ASEAN, hal ini semakin memantapkan posisi Indonesia sebagai ujung tombak pembangunan teknologi serta inovasi militer.
Editor : Robby