Banyak potensi gangguan keamanan mengancam ASEAN

Prabowo Minta Semua Pemimpin Negara ASEAN Kompak Jaga Kondusifitas Kawasan

avatar Robby
Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di KTT ASEAN ke-48, di Cebu, Filipina (BPMI Satpres)
Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di KTT ASEAN ke-48, di Cebu, Filipina (BPMI Satpres)

Prabowo Minta Semua Pemimpin Negara ASEAN Kompak Jaga Kondusifitas Kawasan

FILIPINA, sanubari.co.id - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, meminta para pemimpin ASEAN menjaga kedaulatan wilayah perairan karena menjadi jalur perdagangan strategis global. Permintaan tersebut disampaikan di sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat, 8 Mei 2016.

Prabowo berharap semua pihak belajar dari dampak yang terjadi dari dampak perang terhadap lalu lintas perdagangan di Selat Hormuz. Blokade laut yang dilakukan Iran, dan belakangan juga dilakukan Amerika Serikat, menyebabkan krisis energi global. Akibatnya, banyak negara terancam mengalami krisis ekonomi.

Para pemimpin negara ASEAN diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pada jalur perdagangan dan distribusi energi yang melintasi kawasan Asia Tenggara.

“Ini bukan tantangan yang dapat ditangani oleh satu negara saja. ASEAN harus bertindak bersama,” katanya.

Untuk itu, kerjasama dan solidaritas antar negara ASEAN harus ditingkatkan. Di saat yang sama, komitmen menjaga stabilitas kawasan tidak boleh diabaikan.

"Ini adalah momentum bagi ASEAN untuk menunjukkan pengaruhnya. Kita harus memiliki suara politik kolektif yang kuat,” tambahnya.

Ancaman konflik kawasan di ASEAN belakangan memang menguat, salah satunya disebabkan klaim China terhadap Laut China Selatan. Filipina, Vietnam, dan Malaysia menjadi negara yang terdampak langsung klaim tersebut. Sementara itu, krisis di Selat Hormuz membuat Indonesia, Malaysia, dan Singapura makin waspada terhadap setiap potensi keamanan pelayaran di Selat Malaka.

Berita Terbaru