SAMARINDA, sanubari.co.id - Aksi demonstrasi masih terus terjaadi di depan kantor Gubernur Kaltim. Kali ini, rencana aksi tersebut datang dari DRUPADI Baladika. Tidak anarkis seperti aksi sebelumnya. Aksi damai. Aksi itu dilaksanakan pada 20 Mei 2026.
Ketua DRUPADI Baladika Kaltim, Lilis Latif mengatakan, aksi ini merupakan bentuk ajakan menjaga kondusifitas daerah di tengah memanasnya situasi unjuk rasa di Kota Tepian, beberapa waktu terakhir ini.
Baca Juga: Gubernur: Silahkan Hak Angket
Tetapi, mereka mengaku menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, menurutnya, aksi yang berlangsung hampir setiap pekan mulai menimbulkan keresahan bagi sebagian warga. Terutama pengguna jalan dan masyarakat di sekitar kawasan kantor Gubernur Kaltim.
“Atas aksi demonstrasi yang terus berlangsung selama beberapa pekan terakhir di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, kami dari DRUPADI Baladika Kaltim akan menggelar aksi damai sebagai bentuk kepedulian terhadap ketertiban dan kondusifitas daerah,” ujar Lilis dalam keterangannya, Jumat, 15 Mei 2026.
Aksi damai tersebut akan dikemas dengan konsep sederhana dan terbuka untuk masyarakat. Salah satu kegiatan yang direncanakan ialah membagikan bunga mawar kepada pengendara yang melintas di sekitar lokasi aksi sebagai simbol ajakan menjaga suasana damai.
Menurut Lilis, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tidak berkembang menjadi kegaduhan berkepanjangan yang justru mengganggu masyarakat luas.
“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa aspirasi boleh disampaikan, kritik boleh diberikan, tetapi ketenangan daerah dan kenyamanan masyarakat juga harus dijaga bersama,” katanya.
Baca Juga: Aksi Berjalan Damai, Rudi Mas'ud Ajak Dialog Massa
DRUPADI Baladika Kaltim juga menilai sejumlah tuntutan yang sebelumnya disuarakan massa aksi mulai mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Bahkan, beberapa poin yang sempat menjadi sorotan publik disebut telah ditindaklanjuti pemerintah daerah.
“Beberapa poin yang menjadi sorotan publik sudah ditindaklanjuti langsung oleh Gubernur Kaltim, termasuk pengembalian anggaran yang sebelumnya dianggap mubazir oleh masyarakat,” ujar Lilis.
Karena itu, pihaknya mempertanyakan arah demonstrasi yang terus berlanjut dalam beberapa pekan terakhir.
Ia khawatir gerakan yang awalnya membawa aspirasi masyarakat justru berkembang menjadi konflik sosial berkepanjangan. “Lalu pertanyaannya, apa lagi yang sebenarnya ingin terus didemo?” katanya.
Baca Juga: Seribu Mawar untuk Kaltim Damai dari Drupadi Baladika Kaltim
Ia menegaskan Kalimantan Timur saat ini lebih membutuhkan ruang dialog dan solusi dibanding konflik yang terus dipelihara. “Kami percaya Kalimantan Timur membutuhkan solusi, bukan konflik yang terus dipelihara,” ujarnya.
Belakangan, kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur memang menjadi titik konsentrasi berbagai aksi massa, mulai dari mahasiswa hingga organisasi masyarakat.
Sejumlah demonstrasi bahkan sempat memicu kemacetan lalu lintas dan pengamanan ketat aparat kepolisian di sekitar lokasi aksi. (*)
Editor : Redaksi Sanubari