SURABAYA, sanubari.co.id - Ribuan warga memadati pusat Kota Surabaya dalam gelaran Surabaya Vaganza 2026 bertema Festival of Lights: Garden of Hope, Sabtu malam, 16 Mei 2026.
Dalam parade spektakuler yang menjadi bagian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 itu, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) mencuri perhatian publik lewat mobil hias robotik berbentuk kupu-kupu raksasa.
Baca Juga: Hindari Pungli di RT/RW, Eri Terbitkan Aturan Penarikan Iuran
Mobil hias milik SIER, salah satu BUMD Kota Surabaya yang juga anggota Holding BUMN Danareksa, tampil mencolok dengan perpaduan cahaya warna-warni bernuansa artistik dan futuristik.
Kupu-kupu raksasa dengan bentang sayap mencapai lima meter itu tampak hidup karena sayapnya dapat bergerak dinamis layaknya kupu-kupu asli yang tengah mengepak.
Keunikan tersebut menjadi magnet bagi masyarakat yang menyaksikan parade malam itu. Banyak warga mengabadikan momen ketika kupu-kupu robotik melintas di tengah kemeriahan Surabaya Vaganza, baik melalui foto maupun video.
Dalam proses pembuatannya, SIER menggandeng mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengembangkan sistem robotik yang memungkinkan sayap kupu-kupu bergerak secara dinamis.
Kolaborasi ini menjadi simbol sinergi antara dunia industri dan akademisi dalam menghadirkan inovasi kreatif bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan partisipasi SIER dalam Surabaya Vaganza 2026 merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap kemajuan Kota Surabaya sekaligus upaya mempererat kedekatan dengan masyarakat, khususnya dalam menyemarakkan HJKS ke-733.
Menurut Lussi, konsep kupu-kupu dipilih bukan tanpa alasan. Filosofi tersebut merepresentasikan perjalanan transformasi SIER yang terus berkembang dan beradaptasi menghadapi perubahan zaman.
Baca Juga: Gandeng RS Korea Selatan, RS KORPRI Pura Raharja Kembangkan Layanan Berbasis AI
Konsep itu juga selaras dengan peringatan ulang tahun SIER ke-52 pada 2026 yang mengusung tema SIER Amazing Level Up Together dengan logo kupu-kupu.
“Transformasi SIER kami ibaratkan seperti kupu-kupu yang berproses dari kepompong hingga akhirnya mampu memberikan keindahan dan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Semangat itu yang terus kami bawa dalam membangun kawasan industri modern yang terintegrasi dan ramah lingkungan,” ujar Lussi.
Ia menambahkan, sebagai perusahaan pengelola kawasan industri yang sebagian sahamnya dimiliki Pemerintah Kota Surabaya, SIER terus mengambil peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan kawasan industri berkelanjutan.
“Dengan pengalaman lebih dari setengah abad, SIER terus memperkuat posisinya sebagai penyedia kawasan industri yang didukung infrastruktur dan fasilitas lengkap bagi berbagai perusahaan manufaktur. Kami ingin terus menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT SIER, Jefri Ikhwan Ma’arif, mengatakan keikutsertaan SIER dalam Surabaya Vaganza menjadi refleksi perjalanan panjang perusahaan yang telah menjadi bagian penting pembangunan Kota Surabaya sejak berdiri pada 28 Februari 1974.
Baca Juga: Festival UMKM Surabaya Dorong Ekonomi Kreatif Jawa Timur
“Perjalanan SIER tidak lepas dari kerja keras yang berkelanjutan, kolaborasi yang solid, serta sinergi erat antara perusahaan, masyarakat, dan Pemerintah Kota Surabaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Jefri.
Menurut dia, seiring perkembangan zaman dan tuntutan keberlanjutan, SIER terus bertransformasi untuk menghadirkan kawasan industri yang tidak hanya produktif, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Melalui semangat perubahan dan inovasi, kata Jefri, SIER terus tumbuh menjadi kawasan industri yang matang dan berdaya saing. Perusahaan itu ingin terus berkontribusi bagi kemajuan Kota Surabaya sekaligus menghadirkan industri yang lebih hijau dan berkelanjutan.
“Kehadiran kupu-kupu robotik SIER dalam Surabaya Vaganza 2026 menjadi simbol harapan dan optimisme akan masa depan industri yang modern, kreatif, dan tetap selaras dengan lingkungan,” katanya. (*)
Editor : Redaksi Sanubari